Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
6 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Kuliner

Stok Minyak AS Melonjak Tajam, Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah Tetap Dominan

Stok Minyak AS Melonjak Tajam, Kekhawatiran Pasokan Timur Tengah Tetap Dominan
Ilustrasi (net)
Rabu, 12 Agustus 2026 11:59 WIB

JAKARTA - Tarik ulur sentimen pasar mewarnai pergerakan harga minyak mentah internasional yang ditutup menguat pada perdagangan, Rabu (12/8/2026). Dinamika harga ini dipengaruhi oleh dua faktor utama yang saling bertolak belakang, yakni ancaman hambatan logistik di Timur Tengah dan penumpukan cadangan barel di Amerika Serikat (AS).

Ketidakpastian Jalur Perdagangan Global

Pasar bereaksi terhadap rapuhnya negosiasi damai antara AS dan Iran, yang berimbas langsung pada operasional kapal tanker di Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb.

Berdasarkan data pelayaran internasional, intensitas kapal di wilayah tersebut turun tajam menjadi hanya enam kapal pada awal pekan ini. Angka ini turun drastis dari volume normal sebelum perang yang mencapai 125 hingga 140 kapal per hari.

Pejabat keamanan tertinggi Iran, Mohsen Rezaei mengonfirmasi status blokade tersebut. Selat Hormuz akan tetap ditutup selama AS belum menerima sejumlah persyaratan Iran untuk mengakhiri perang, bebernya.

Pergerakan Harga Minyak Berjangka

Kondisi geopolitik tersebut mendorong minyak mentah Brent berjangka naik 0,81 persen atau 72 sen, membawanya ke level 89,63 Dolar AS per barel. Peningkatan senada dialami minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS yang naik 0,85 persen atau 71 sen ke level 83,91 Dolar AS per barel.

Posisi perdagangan saat ini mencerminkan level penutupan tertinggi sejak 31 Juli, melanjutkan momentum penguatan sehari sebelumnya saat kedua indeks ditutup naik lebih dari 1 Dolar AS.

Stok AS Melonjak di Luar Prediksi

Di sisi lain, laju harga tertahan oleh melimpahnya persediaan di kawasan domestik AS. Data dari American Petroleum Institute (API) memaparkan adanya lonjakan stok minyak mentah mencapai 9,1 juta barel pada pekan yang berakhir 7 Agustus.

Peningkatan volume yang jauh berada di atas perkiraan pelaku pasar ini diharapkan mampu mengimbangi ketatnya pasokan global. Jika Administrasi Informasi Energi AS (EIA) merilis data resmi yang selaras, hal ini berpotensi meredakan kekhawatiran akan kelangkaan komoditas di pasar spot.

Sesuai proyeksi EIA, pasar komoditas masih harus beradaptasi dengan penyusutan pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah. Gangguan sebesar 600.000 barel per hari tersebut diperkirakan terus berlanjut hingga akhir tahun 2027.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Kuliner
wwwwww