Cuaca Kering Landa Kalimantan, Asap Tebal Terbawa Angin hingga ke Wilayah Sarawak
![]() |
| Asap karhutla. (ilustrasi: hermanto ansam/gosumbar.com/gemini ai) |
Harian The Star melaporkan memburuknya kualitas udara ini terjadi bersamaan dengan kondisi kemarau dan minimnya curah hujan. Otoritas setempat bahkan telah mengeluarkan imbauan kesehatan yang secara spesifik meminta anak-anak, lansia, dan penderita gangguan paru-paru untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Sebaran Wilayah Terdampak
Sistem pemantauan udara Malaysia (APIMS) merinci ada 10 wilayah yang kini berada dalam zona tidak sehat. Wilayah Serian di Sarawak menjadi titik dengan kualitas udara terburuk yang menyentuh angka Indeks Polusi Udara (API) 180.
Penyebaran polusi juga merata di titik lain seperti Samarahan (163), Kuching (162), Sibu (158), Mukah (156), Sarikei (154), Sri Aman (153), Bintulu (147), dan Samalaju (142). Angka ini jauh di atas standar kualitas udara sedang yang berada di kisaran 51-100. Di luar Sarawak, area Johan Setia di Selangor turut mencatatkan angka polusi 153.
Departemen Meteorologi Malaysia memprediksi cuaca panas ekstrem tanpa hujan ini akan terus melanda sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sarawak setidaknya hingga Jumat mendatang.
Langkah Antisipasi Pemerintah
Kondisi tersebut telah diantisipasi oleh pemerintah Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago langsung menggelar rapat koordinasi pada Senin (10/8/2026) untuk membedah data satelit terkait pergerakan asap.
Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova yang hadir dalam rapat tersebut membenarkan adanya asap yang keluar dari batas wilayah negara.
"Peralihan musim menyebabkan angin dominan bergerak dari tenggara ke barat yang berpotensi membawa asap dari wilayah Indonesia menuju Malaysia," urainya.
Ia menambahkan, pergerakan asap melintasi perbatasan Kalimantan Barat menuju Malaysia tersebut terekam jelas oleh satelit pada periode 4 Agustus serta rentang 6 hingga 9 Agustus 2026. Di wilayah Indonesia sendiri, tepatnya di Kota Pontianak, polusi mencapai puncaknya di level 193 yang masuk kategori bahaya bagi kelompok rentan. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Opini |








