Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Dimulai, Pengendara tanpa Helm SNI di Pekanbaru Bakal Ditindak
2
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
Balai Kota
8 jam yang lalu
Gerbong Mutasi Pemkot Pekanbaru Bergerak, Posisi Kepala Bappeda dan Dishub Berganti
3
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Proyek IPAL Mangkrak 5 Bulan, Warung Warga di Jalan Cempaka Pekanbaru Kebanjiran dan Merugi
Home  /  Berita  /  Opini

Cuaca Kering Landa Kalimantan, Asap Tebal Terbawa Angin hingga ke Wilayah Sarawak

Cuaca Kering Landa Kalimantan, Asap Tebal Terbawa Angin hingga ke Wilayah Sarawak
Asap karhutla. (ilustrasi: hermanto ansam/gosumbar.com/gemini ai)
Rabu, 12 Agustus 2026 10:20 WIB
JAKARTA - Gelombang kabut asap lintas batas kembali memicu respons dari negara tetangga. Media massa di Malaysia secara khusus menyoroti lonjakan polusi udara di sembilan kawasan Sarawak, yang dipicu oleh pergerakan asap sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Pulau Kalimantan.

Harian The Star melaporkan memburuknya kualitas udara ini terjadi bersamaan dengan kondisi kemarau dan minimnya curah hujan. Otoritas setempat bahkan telah mengeluarkan imbauan kesehatan yang secara spesifik meminta anak-anak, lansia, dan penderita gangguan paru-paru untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Sebaran Wilayah Terdampak

Sistem pemantauan udara Malaysia (APIMS) merinci ada 10 wilayah yang kini berada dalam zona tidak sehat. Wilayah Serian di Sarawak menjadi titik dengan kualitas udara terburuk yang menyentuh angka Indeks Polusi Udara (API) 180.

Penyebaran polusi juga merata di titik lain seperti Samarahan (163), Kuching (162), Sibu (158), Mukah (156), Sarikei (154), Sri Aman (153), Bintulu (147), dan Samalaju (142). Angka ini jauh di atas standar kualitas udara sedang yang berada di kisaran 51-100. Di luar Sarawak, area Johan Setia di Selangor turut mencatatkan angka polusi 153.

Departemen Meteorologi Malaysia memprediksi cuaca panas ekstrem tanpa hujan ini akan terus melanda sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sarawak setidaknya hingga Jumat mendatang.

Langkah Antisipasi Pemerintah

Kondisi tersebut telah diantisipasi oleh pemerintah Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago langsung menggelar rapat koordinasi pada Senin (10/8/2026) untuk membedah data satelit terkait pergerakan asap.

Plh Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dodi Yuleova yang hadir dalam rapat tersebut membenarkan adanya asap yang keluar dari batas wilayah negara.

"Peralihan musim menyebabkan angin dominan bergerak dari tenggara ke barat yang berpotensi membawa asap dari wilayah Indonesia menuju Malaysia," urainya.

Ia menambahkan, pergerakan asap melintasi perbatasan Kalimantan Barat menuju Malaysia tersebut terekam jelas oleh satelit pada periode 4 Agustus serta rentang 6 hingga 9 Agustus 2026. Di wilayah Indonesia sendiri, tepatnya di Kota Pontianak, polusi mencapai puncaknya di level 193 yang masuk kategori bahaya bagi kelompok rentan. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:detik.com
Kategori:Opini
wwwwww