Konflik dan Konspirasi Paling Digemari, Algoritma Media Sosial Dorong Laju Hoaks
![]() |
| Fenomena media sosial. (ilustrasi: hermanto ansam/gosumbar.com/gemini ai) |
Pakar komunikasi digital, Firman Kurniawan membedah alasan mengapa kabar bohong sangat mudah tersebar luas. Menurutnya, unggahan bernuansa pertikaian, konspirasi, dan kasus kriminal memiliki daya tarik alami yang kuat bagi warganet.
"Formula konten yang menarik perhatian biasanya yang jarang terjadi dan mengundang rasa ingin tahu," jelas Firman, Senin (10/8/2026).
Karena sifatnya yang langka, isu tersebut langsung menyita pandangan publik. Mesin algoritma kemudian merespons ketertarikan ini berdasarkan durasi tontonan, jumlah komentar, dan angka pembagian ulang. Semakin tinggi interaksi, semakin agresif platform merekomendasikan unggahan itu.
Pertarungan Merebut Atensi
Sistem ini berjalan di atas prinsip yang disebut ruang ekonomi perhatian. Dalam ekosistem daring, perhatian pengguna dianggap sebagai komoditas utama yang mendatangkan keuntungan finansial bagi penyedia platform. Algoritma sama sekali tidak bertugas memfilter fakta, melainkan hanya mendorong materi yang paling disukai.
"Algoritma memperkuat tampilan konten yang digemari khalayak. Dalam konsep economy of attention, perhatian itu langka dan diperebutkan," tambahnya.
Antisipasi Penegak Hukum
Dampak nyata dari algoritma ini terlihat dari temuan Polda Metro Jaya yang membongkar 37 akun bermasalah. Polisi telah meminta keterangan dari 28 orang terkait produksi konten destruktif yang melibatkan pihak ketiga berbayar serta manipulasi dokumen.
Dari jumlah tersebut, 10 individu resmi menyandang status tersangka, sedangkan 18 warga lainnya diberikan edukasi dan pembinaan. Meskipun persebaran narasi negatif cukup tinggi, pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa aktivitas harian masyarakat tetap normal dan tidak ada gangguan keamanan.
Sebagai bentuk antisipasi lanjutan, aparat akan lebih mengedepankan pendekatan preventif guna mensterilkan ruang digital dari informasi palsu. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Kampus |








