Jadi Garda Terdepan Logistik, Nasib Buruh Pelabuhan Dinilai Belum Sejahtera
![]() |
| Ilustrasi (net). |
JAKARTA - Kondisi kesejahteraan tenaga kerja bongkar muat di berbagai pelabuhan Indonesia masih menjadi sorotan serius. Merespons lambatnya perbaikan nasib pekerja, Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia memberikan peringatan untuk melakukan mogok kerja berskala nasional sebagai bentuk perjuangan secara konstitusional.
Ketua Umum Pimpinan Pusat SP TKBM Indonesia, Subhan Halil menilai terdapat ketimpangan antara besarnya kontribusi buruh terhadap perekonomian negara dengan realitas kesejahteraan yang mereka terima. Pekerja pelabuhan dituntut untuk memastikan kelancaran ekspor-impor dan distribusi logistik, namun hak-hak dasar mereka sering kali luput dari perhatian.
"Hingga saat ini masih banyak pekerja pelabuhan yang menghadapi persoalan kesejahteraan, akses pendidikan, peningkatan kompetensi, dan kepastian memperoleh hunian yang layak," urainya, Jumat (31/7/2026).
Melalui keterangannya, serikat pekerja membawa sejumlah tuntutan komprehensif yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan perlindungan kerja. Tuntutan utama berkutat pada penghasilan yang layak, jaminan kesehatan, dan keselamatan di lingkungan kerja.
Untuk memajukan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pelabuhan, serikat ini juga memperjuangkan program pendidikan khusus dan beasiswa bagi keluarga pekerja. Di sisi pengembangan karier, mereka meminta pemerintah dan operator pelabuhan memfasilitasi sertifikasi kompetensi K3 serta pelatihan berkesinambungan guna merespons transformasi industri.
Hal lain yang ditekankan adalah urgensi penyediaan hunian bagi kaum buruh. Pihaknya mendesak adanya lahan untuk perumahan pekerja, program rumah layak huni, serta kemudahan akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah di sektor pelabuhan.
Demi mewujudkan berbagai poin tuntutan tersebut, SP TKBM Indonesia menagih komitmen presiden beserta kementerian terkait untuk duduk bersama dalam sebuah forum dialog nasional. Jika inisiatif komunikasi ini diabaikan dalam tenggat waktu yang wajar, konsolidasi untuk aksi mogok nasional akan segera digulirkan.
"Sejahterakan buruh pelabuhan, majukan pelabuhan Indonesia. Mari bersatu berjuang bersama mewujudkan buruh pelabuhan yang sejahtera, profesional, dan bermartabat," tandasnya, seraya mengingatkan anggotanya untuk tetap mengedepankan cara-cara damai dalam memperjuangkan hak konstitusional mereka. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | rmol.id |
| Kategori | : | Warga Bertuah |










