Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
9 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Kuliner

Perbatasan Spanyol Runtuh, Migran Tidur di Jalanan Ceuta

Perbatasan Spanyol Runtuh, Migran Tidur di Jalanan Ceuta
Gelombangmigran serbu wilayah Spanyol.
Jum'at, 31 Juli 2026 15:36 WIB

JAKARTA - Upaya ribuan migran menembus perbatasan darat dan laut menuju wilayah Ceuta, Spanyol memicu krisis kemanusiaan sekaligus keamanan di area Tarajal Kamis (30/7/2026). Massa nekat berenang melewati pemecah gelombang hingga memanjat pagar tinggi yang memisahkan wilayah Maroko dan kawasan Uni Eropa tersebut.

Gelombang kedatangan yang tidak terprediksi ini berdampak langsung pada fasilitas penampungan lokal. Ratusan orang kini telantar dan terpaksa beristirahat di pinggir jalan karena pusat penerimaan migran kelebihan kapasitas.

Anggota Asosiasi Hak Asasi Manusia Maroko, Achraf Maimouni menggambarkan kondisi perbatasan pagi itu sangat tidak wajar. Berdasarkan pantauannya, pintu perbatasan terbuka dalam situasi yang tidak biasa sehingga memungkinkan ribuan orang melenggang masuk. "Luar biasa," sebutnya menggambarkan ramainya massa di lokasi kejadian.

Korban Jiwa Berjatuhan

Insiden penerobosan perbatasan ini tidak lepas dari tragedi. Kantor berita Agence France-Presse mengutip pernyataan seorang juru bicara pemerintah yang mengonfirmasi penemuan sembilan jenazah di sekitar lokasi penyeberangan.

Situasi di lapangan semakin mencekam ketika aparat keamanan Maroko terpaksa menembakkan gas air mata dan mengerahkan kendaraan taktis penyemprot air untuk memecah konsentrasi massa. Para migran yang didominasi pemuda tersebut tampak berlarian menghindari kejaran petugas antihuru-hara.

Keterbatasan Sumber Daya

Presiden Ceuta, Juan Jesús Vivas mendesak adanya koordinasi yang efektif antarlembaga untuk menyelesaikan masalah ini. Ia menekankan bahwa Ceuta membutuhkan penambahan infrastruktur dan regulasi yang jelas agar beban wilayahnya berkurang.

"Kami memobilisasi semua sumber daya yang diperlukan, bekerja sama dengan otoritas Maroko dan internasional, dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memulihkan keadaan normal sesegera mungkin," papar Perdana Menteri Spanyol, Sánchez merespons desakan dari otoritas Ceuta. Pemerintah Madrid kini mengandalkan bantuan 60 personel militer tambahan untuk menjaga perbatasan agar tidak semakin bobol. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kuliner
wwwwww