Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
10 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Persija Jakarta Butuh Waktu Capai Perfoma Terbaik

Persija Jakarta Butuh Waktu Capai Perfoma Terbaik
Laga Persija Jakarta melawan Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 0-1 di Piala Presiden 2026. (Ileague.id)
Selasa, 28 Juli 2026 21:10 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURABAYA - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, tetap melihat banyak hal positif meski timnya harus mengawali Piala Presiden 2026 dengan kekalahan tipis 0-1 dari Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/7/2026) lalu.

Menurut pelatih yang akrab disapa STY, hasil tersebut belum bisa dijadikan tolok ukur kekuatan sesungguhnya Macan Kemayoran. Dia menilai timnya masih berada pada fase awal pembentukan sehingga membutuhkan waktu untuk mencapai performa terbaik.

“Pertama-tama saya ucapkan selamat untuk Persebaya. Kedua tim bermain dengan sangat kerja keras. Seperti yang saya katakan di wawancara sebelumnya, persiapan kami sangat singkat sehingga para pemain tetap berusaha menampilkan yang terbaik. Saya sangat berterima kasih,” ujar STY.

Ia menegaskan bahwa Persija belum memiliki cukup waktu untuk mematangkan aspek taktikal maupun menyatukan pemahaman seluruh pemain.

“Sebenarnya, ini pertandingan pertama, jadi kami belum sempat melakukan latihan taktik secara maksimal, dan kita belum sempat menyamakan persepsi dengan para pemain. Maka wajar jika ada kekurangan di babak pertama. Tapi, saya percaya ke depannya tim ini akan bermain lebih baik lagi dan menunjukkan performa yang semakin meningkat,” tuturnya.

STY pun menyinggung gol bunuh diri yang menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, insiden itu terjadi akibat miskomunikasi antara lini belakang dan penjaga gawang.

“Mengenai gol bunuh diri, itu adalah bentuk salah komunikasi antara kiper dan pemain belakang. Tentu ke depannya hal seperti itu tidak boleh terulang lagi,” katanya.

Dalam pertandingan itu, Persija sebenarnya mampu memperlihatkan fondasi permainan yang mulai terbentuk. Empat pemain asing baru langsung dipercaya tampil sejak babak pertama, yakni Denis Kolinger, Radovan Pankov, Victor Dethan, dan Aqil Savik yang mengawal gawang Macan Kemayoran.

Memasuki babak kedua, STY memberikan kesempatan debut kepada Kerim Memija, Kyohei Yoshino, Stjepan Loncar, Kwon Chang-hoon, dan Pratama Arhan.

Meski harus mengakhiri laga tanpa poin, performa Persija menunjukkan bahwa proses adaptasi di bawah arahan Shin Tae-yong mulai berjalan. Dengan waktu persiapan yang masih terbatas, Macan Kemayoran diyakini akan terus berkembang seiring meningkatnya intensitas latihan dan semakin matangnya pemahaman antarpemain. ***

wwwwww