Buntut Konflik 13 Hari, Fasilitas Bandara Bushehr Iran Hancur
![]() |
JAKARTA - Ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menyisakan kerusakan infrastruktur yang signifikan. Pemerintah Iran secara resmi mengakui bahwa Bandara Bushehr tidak dapat lagi melayani penerbangan usai menjadi sasaran gempuran rudal Washington.
Puing Pesawat Sipil di Area Bandara
Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani menyampaikan perkembangan situasi tersebut usai melakukan kunjungan lapangan bersama sejumlah pejabat Teheran, Selasa (28/7/2026). Ia mendapati fasilitas vital di barat daya Iran itu tidak lagi mampu beroperasi secara normal.
Tim inspeksi menemukan sejumlah armada udara yang dibeli untuk transportasi sipil hancur lebur di area bandara.
"Kami melihat puing-puing pesawat yang telah direkondisi dan dibeli untuk melayani masyarakat, namun pesawat itu hancur akibat hantaman langsung rudal, sehingga hanya menyisakan sebagian kecil pada bagian ekornya yang masih utuh," bebernya.
Reda Usai Belasan Hari Eskalasi
Pihak pemerintah tidak menjabarkan lebih lanjut mengenai waktu pasti jatuhnya rudal di kawasan tersebut. Laporan mengenai potensi korban jiwa akibat hancurnya fasilitas penerbangan ini juga belum diungkapkan ke publik.
Kondisi keamanan Timur Tengah sendiri relatif mereda sejak Jumat (24/7/2026). AS dan Iran memilih untuk menahan diri setelah saling melancarkan serangan udara ke target militer selama 13 hari. Akar perselisihan yang bermula sejak 11 Juli ini berpusat pada tuntutan AS atas navigasi tanpa hambatan, berbenturan dengan mekanisme pengelolaan wilayah laut yang diterapkan Iran di Selat Hormuz.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | detik.com |
| Kategori | : | Kuliner |










