Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
11 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
8 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
8 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kuliner

'Setiap Serangan Ada Harganya,' Parlemen Iran Peringatkan Ukraina

Setiap Serangan Ada Harganya, Parlemen Iran Peringatkan Ukraina
Senin, 27 Juli 2026 14:30 WIB

JAKARTA - Peringatan keras dilontarkan oleh anggota parlemen senior Iran, Ebrahim Azizi kepada Ukraina menyusul serangan drone yang menargetkan kapal komersial di Laut Kaspia. Insiden yang menewaskan sedikitnya satu orang tersebut dipastikan akan memicu reaksi tegas dari pihak Teheran.

"Setiap serangan terhadap Iran selalu ada harganya, dan hal itu masih berlaku hingga saat ini," tegas Azizi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri parlemen Iran melalui platform X pada Minggu (26/7).

Peringatan bernada ancaman itu turut diarahkan kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel yang belakangan ini terlibat ketegangan dengan negara tersebut. Azizi menilai otoritas di Kyiv akan segera menyadari bahwa tindakan agresif mereka tidak akan dibiarkan begitu saja oleh aparat negaranya.

"Daftar pihak yang salah perhitungan terus bertambah," sebutnya merujuk pada rentetan dinamika geopolitik yang tengah memanas.

Pernyataan senada sebelumnya juga diutarakan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Ia mengecam keras serangan militer di jalur perairan tersebut karena dinilai bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menuding ada campur tangan pihak lain di balik operasi itu.

"Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB, yang dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya," kecamnya.

Langkah diplomatik segera diambil oleh pemerintah setempat. Araghchi mengaku telah mendiskusikan posisi negaranya terkait insiden ini secara terpisah bersama Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (UE), Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

"Dalam pembicaraan dengan Perwakilan Tinggi UE Kallas dan Menlu Lavrov, ditegaskan bahwa tindakan 'si parasit' di Kyiv itu tidak bisa dibiarkan tanpa balasan," tandasnya.

Sebagai bentuk protes formal atas kejadian ini, perwakilan pemerintah Iran telah memanggil utusan diplomatik Ukraina di Teheran pada Sabtu (25/7).

Pada hari yang sama, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan membenarkan adanya operasi serangan jarak jauh di kawasan Laut Kaspia. Melalui media sosial X, ia menyebut langkah militer itu membuahkan hasil kuat karena menyasar langsung kapal-kapal yang diklaim bermuatan kargo militer beserta sebuah kapal perang.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kuliner
wwwwww