Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
19 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Kuliner

Data PBB Ungkap Ratusan Imigran Rohingya Tewas Tenggelam

Data PBB Ungkap Ratusan Imigran Rohingya Tewas Tenggelam
Ilustrasi.
Jum'at, 17 Juli 2026 08:47 WIB

JAKARTA - Lebih dari 500 orang dikhawatirkan tewas akibat tenggelam setelah dua kapal yang mereka tumpangi terbalik di perairan lepas pantai Myanmar. Insiden memilukan ini kembali menyoroti keputusasaan para pengungsi yang nekat menerjang laut berbahaya demi menemukan keselamatan hidup.

Berdasarkan data Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan badan pengungsi PBB (UNHCR), rombongan pelarian tersebut bertolak dari Negara Bagian Rakhine, Myanmar akhir Juni. Hampir seluruh penumpang berstatus etnis minoritas Rohingya, disusul sejumlah individu dari kamp pengungsi di Bangladesh.

"Meskipun insiden dan angka korban jiwa belum dikonfirmasi secara resmi, UNHCR dan IOM sangat prihatin dengan potensi kehilangan nyawa yang sangat besar," papar rilis resmi kedua lembaga itu sebagaimana dilansir Indian Express, Kamis (16/7/2026).

Tragedi ini menimpa dua rombongan berbeda. Kapal pertama yang mengangkut sekitar 250 orang dinyatakan hilang kontak tidak lama setelah berangkat. Sementara itu, kapal kedua bermuatan 280 orang diyakini mengalami insiden terbalik di lepas pantai Irrawaddy, Myanmar, 8 Juli.

Pihak berwenang menyoroti keputusan nekat para migran yang melintasi laut tanpa memperhitungkan ancaman alam.

"Perjalanan ini dilakukan di luar musim berlayar reguler, ketika kondisi maritim biasanya lebih berbahaya," jelas pernyataan bersama tersebut.

Kondisi cuaca di Laut Andaman dan Teluk Benggala menasbihkan perairan ini sebagai zona paling mematikan bagi migran maupun pengungsi di dunia. Selama 2025, sedikitnya 900 pengungsi Rohingya tewas atau hilang. Catatan kelam tersebut berlanjut pada 2026, di mana hampir 300 orang dari kalangan Rohingya dan warga negara Bangladesh dilaporkan hilang di perairan yang sama.

Gelombang migrasi berbahaya ini sejatinya merupakan imbas langsung dari krisis di tahun 2017. Gempuran berskala besar dari militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine telah memicu eksodus massal, dan mendorong setidaknya 730.000 orang mencari suaka serta perlindungan di perbatasan Bangladesh.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Kuliner
wwwwww