Hentikan Kerusakan Sungai Kuantan Polisi dan TNI Tertibkan 12 Dompeng
![]() |
| Polsek Cerenti bersama TNI dan pemerintah kecamatan kembali menggulung aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Cerenti, Kamis (2/7/2026). |
Penulis: M Rafdinal Adrianto
TELUK KUANTAN - Perlindungan terhadap kelestarian ekosistem lingkungan menjadi prioritas utama penegak hukum. Kamis (2/7/2026), Polsek Cerenti bersama TNI dan pemerintah kecamatan kembali menggulung aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Kecamatan Cerenti.
Berdasarkan laporan masyarakat yang khawatir akan dampak buruk eksploitasi alam, tim gabungan sukses menertibkan total 12 unit rakit PETI jenis dompeng di aliran Sungai Kuantan yang melintasi Desa Koto Cerenti dan Desa Kampung Baru.
Aksi Cepat Tanggap Aparat Gabungan
Dimulai pada pukul 13.30 WIB, Kapolsek Cerenti, IPTU Peri Padli, SH memimpin langsung puluhan personel gabungan. Berbekal dua unit kendaraan roda empat dan tiga unit sepeda motor, tim bergerak menyusuri titik-titik rawan tambang ilegal.
Penyisiran membuahkan hasil saat petugas merangsek masuk ke Desa Koto Cerenti. Dua rakit dompeng yang ditinggalkan pelakunya langsung dihancurkan dan dibakar. Langkah ini diambil guna memastikan mesin-mesin tersebut tidak bisa lagi disalahgunakan untuk merusak sungai.
Operasi berlanjut ke titik kedua di Desa Kampung Baru. Di lokasi ini, petugas membakar 10 unit rakit PETI jenis dompeng, memastikan aktivitas ilegal di area tersebut lumpuh total.
Komitmen Tanpa Henti Jaga Kelestarian Alam
Meski tidak ada tersangka yang diamankan karena kabur sebelum petugas tiba di lokasi, keberhasilan menghancurkan 12 unit dompeng ini membuktikan negara hadir dalam menjaga lingkungan.
Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, melalui Kapolsek Cerenti, IPTU Peri Padli, memastikan pemberantasan akan terus berjalan beriringan dengan perbaikan ekosistem sungai.
"Kami menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait aktivitas PETI. Penambangan ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak terhadap kerusakan lingkungan, pencemaran sungai, dan mengancam keselamatan masyarakat. Karena itu, penertiban akan terus kami lakukan secara berkelanjutan," jelas IPTU Peri Padli.
Tidak sekadar menindak, aparat juga merangkul warga untuk ikut serta mengawasi dan menjadi agen perubahan demi lingkungan yang lebih baik.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak tergiur melakukan penambangan ilegal. Jika mengetahui adanya aktivitas PETI, segera laporkan kepada kepolisian terdekat, atau bisa langsung hubungi Call Center Layanan Kepolisian 110. Sinergi masyarakat dan aparat menjadi kunci agar Sungai Kuantan tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang," tambahnya. ***
| Kategori | : | Warga Bertuah |








