Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
21 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
24 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
3
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Wali Kota Pekanbaru Gugah Kepedulian Sosial Pemuda di Peringatan Sumpah Pemuda ke-98
4
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Kabar Bertuah
53 menit yang lalu
Hancurkan Ratusan Ribu Berkas Paspor Lawas, Imigrasi Pekanbaru Kosongkan Ruang Arsip
Home  /  Berita  /  Kampus

Arah Literasi Berubah Komdigi Dorong Kecakapan Kontekstual

Arah Literasi Berubah Komdigi Dorong Kecakapan Kontekstual
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (www.komdigi.go.id)
Jum'at, 26 Juni 2026 09:47 WIB

JAKARTA - Strategi literasi digital dirombak secara signifikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk membekali masyarakat menembus tantangan kecerdasan artifisial (AI), disinformasi, misinformasi, serta hoaks. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria kala menyambut jajaran Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia bertempat di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2026).

Langkah perombakan ini menitikberatkan pada program peningkatan keahlian (upskilling) lantaran kurikulum lawas terkait penggunaan gawai dan internet dinilai tidak lagi relevan dengan eskalasi zaman.

"Program literasi digital sekarang lebih ke upskilling, meningkatkan kecakapan yang lebih kontekstual dan relevan dengan perkembangan sekarang," papar Nezar.

Keputusan kementerian untuk mengubah arah ini bersandar pada hasil tinjauan langsung dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Program sosialisasi internet aman yang telah bergulir hampir satu dekade dievaluasi agar lebih tepat sasaran.

"Kita melakukan program-program literasi digital sudah cukup lama, hampir satu dekade dan evaluasi yang dilakukan oleh Bappenas terhadap program ini juga sudah final. Kita tidak melanjutkan lagi literasi digital seperti yang dulu," ungkapnya.

Fokus dasar penggunaan gawai perlahan ditinggalkan karena tingkat melek teknologi masyarakat sudah cukup memadai. Urusan pelindungan dan etika siber dasar juga dinilai sudah berjalan otomatis di berbagai layanan digital.

"Kalau sekarang kayaknya sudah lewat masa itu. Walaupun masih dibutuhkan, tetapi sudah dikerjakan ataupun diadopsi oleh platform-platform lewat community guidelines dan lain-lain," tambahnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Kampus
wwwwww