Blokade Selat Hormuz Kembali Berlaku Buntut 28 Korban Tewas di Lebanon
![]() |
| Ilustrasi |
JAKARTA - Ketegangan geopolitik mencapai titik kritis saat Iran memutuskan kembali memblokade rute vital Selat Hormuz, Sabtu (20/6/2026). Langkah penutupan jalur perairan ini dipicu oleh serangan agresif pesawat tempur Israel di Lebanon selatan yang mengakibatkan 28 orang tewas.
Gempuran mematikan dari negara Zionis itu meluncur hanya beberapa jam sesudah Amerika Serikat (AS) mengumumkan instruksi gencatan senjata. Teheran mengecam keras aksi tersebut, menganggapnya menghancurkan perjanjian regional yang baru saja dirajut dengan AS untuk meredam konflik, khususnya terkait gejolak di Lebanon.
Lantaran menuding adanya "pelanggaran kontrak" dari AS dan "pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus dan tanpa henti oleh rezim Zionis di Lebanon selatan", otoritas militer memberikan perintah penutupan akses logistik maritim.
"Selat Hormuz akan ditutup untuk lalu lintas kapal," papar rilis resmi komando militer pusat Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran mempertegas bahwa komitmen perdamaian ini otomatis "bermasalah" jika poin-poin kesepakatan terus diabaikan oleh para pihak terkait.
"Pihak lain harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesegera mungkin. Jika tidak, seluruh kesepakatan akan bermasalah," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei dikutip dari kantor berita resmi IRNA.
Dikenal sebagai pintu utama lalu lintas minyak dan gas bumi, penutupan Selat Hormuz sukses menghantam pasar energi global layaknya periode blokade sebelumnya. Aktivitas pelayaran sejatinya sudah perlahan pulih akibat perundingan awal. Sedianya, obrolan lanjutan AS-Iran digelar di Swiss, Jumat (19/6/2026), namun terpaksa tertunda tanpa batas waktu imbas serangan masif Israel di Lebanon setelah 4 tentara mereka terbunuh.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | okezone.com |
| Kategori | : | Kuliner |








