Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
8 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
5 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
5 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Komisi XIII DPR RI Muluskan Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker

Komisi XIII DPR RI Muluskan Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker
Menpora Erick Thohir saat raker bersama Komisi XIII DPR RI. (Kemenpora)
Kamis, 18 Juni 2026 00:13 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Luar biasa. Tak ada yang bisa membendung keinginan Ketua Umum PSSI yang juga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir untuk terus melakukan naturalisasi terhadap pemain sepakboola.

Usai Komisi X DPR RI, kini giliran Komisi XIII DPR RI memberikan dukungan penuh pada permintaan Kementerian Hukum, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta PSSI atas rekomendasi pemberian kewarganegaraan Indonesia pada Luke Vickery dan Mitchell Baker di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Atas dukungan penuh tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir mengatakan bahwa naturalisasi merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional.

"Komisi XIII memang selama ini sudah membantu kami di Kemenpora, Kementerian Hukum, dan cabang olahraga lainnya dimana sesuai RPJM Bapak Presiden bahwa kita punya target-target di SEA Games, Asian Games, Olimpiade bahkan juga Piala Dunia," kata Menpora Erick usai raker.

"Ini juga bagian komitmen pemerintah, dan DPR RI untuk membuka jalan prestasi anak bangsa. Prestasi para atlet yang sudah mengibarkan bendera Merah Putih dan juga mencerminkan kedigdayaan olahraga Indonesia. Dengan adanya kerja sama ini, kita terus dorong peningkatan olahraga dan merangkul semua pihak yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih,"

Pada raker tersebut Menpora Erick juga mengatakan bahwa fenomena globalisasi olahraga saat ini tidak bisa dihindari sehingga naturalisasi merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan prestasi olahraga nasional.

Ia mencontohkan kiper tim nasional Jepang, Zion Suzuki, yang saat ini membela Jepang di Piala Dunia 2026. Zion merupakan pemain berdarah campuran Jepang dan Ghana.

Menpora Erick juga menjelaskan bahwa naturalisasi ini juga mengacu pada langkah strategis yang dilakukan negara-negara lain dalam memajukan olahraga, pihaknya terbuka terhadap pengajuan naturalisasi atlet dari berbagai cabang olahraga.

Sejauh ini, kata Menpora Erick, beberapa cabang olahraga selain sepak bola sudah diperkuat oleh atlet diaspora, seperti Masniari Wolf, yang telah mempersembahkan tiga medali emas SEA Games untuk Indonesia pada edisi 2021, 2023, dan 2025.

Selain itu, ada perenang Felix Viktor Iberle, keturunan campuran Indonesia dan Jerman, yang telah berkontribusi menyumbangkan medali emas bagi Indonesia. Ada pula atlet skateboard berusia 14 tahun, Ni Wayan Malana Fairbrother, yang merupakan keturunan Indonesia, Inggris, dan Australia.

"Potensi-potensi seperti inilah yang menjadi alasan kami membuka diri terhadap naturalisasi, tanpa cabang-cabang olahraga melupakan pembangunan dari tingkat akar rumput (grassroots)," katanya.***

wwwwww