Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
13 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
3
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
13 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
43 menit yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Lestarikan Budaya Lokal Industri Perhiasan Sukses Raup USD 9 Miliar

Lestarikan Budaya Lokal Industri Perhiasan Sukses Raup USD 9 Miliar
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Senin, 15 Juni 2026 19:11 WIB

JAKARTA - Industri perhiasan bukan sekadar penghasil devisa negara bernilai tambah tinggi, melainkan juga wadah penting bagi pelestarian produk bernilai budaya dan penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah. Sektor padat karya dan kreatif ini baru saja mencatatkan lonjakan ekspor sebesar 64,73 persen secara tahunan.

Pemerintah secara aktif mendorong keberlanjutan usaha dengan memfasilitasi penguatan kualitas produk dan kemampuan merespons tren global. Hasilnya, sepanjang Januari—Desember 2025, angka ekspor perhiasan dan barang berharga sukses menyentuh US$ 9,1 miliar.

"Peningkatan ekspor ini menjadi bukti bahwa industri perhiasan Indonesia memiliki prospek yang sangat baik," jelas Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).

Tekanan di Balik Gemilang Ekspor

Pencapaian fantastis ini tidak diraih dengan mudah. Agus menggarisbawahi realitas lapangan di mana pelaku industri terus diuji oleh kondisi eksternal, antara lain:

  • Perubahan preferensi konsumen dunia
  • Ketidakpastian ekonomi global
  • Tuntutan transformasi digital
  • Fluktuasi harga bahan baku

Harmoni Sumber Daya Manusia dan Digitalisasi

Untuk mengawal transformasi digital, Kementerian Perindustrian telah merampungkan penilaian Indonesia Industry 4.0 Readiness Index (INDI 4.0) kepada pelaku industri logam mulia dan perhiasan.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), Reni Yanita memaparkan bahwa adaptasi industri 4.0 mutlak diperlukan untuk meningkatkan daya saing. Hasil penilaian menunjukkan fakta menggembirakan, di mana pelaku industri berhasil menyatukan keterampilan sumber daya manusia yang kreatif dengan teknologi modern demi menghasilkan produk inovatif.

"Kami berharap semakin banyak pelaku industri yang melakukan transformasi serupa guna meningkatkan efisiensi, kualitas, dan daya saing produknya," tambah Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA), Reni Yanita.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Pasar & Niaga
wwwwww