Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
23 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
23 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
23 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
6
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
4 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Home  /  Berita  /  Kampus

Masuk Lingkar Kekuasaan, Konsistensi Said Iqbal Bela Nasib Buruh Bakal Diuji

Masuk Lingkar Kekuasaan, Konsistensi Said Iqbal Bela Nasib Buruh Bakal Diuji
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal (Foto: Inilah.com/ M. Hafid)
Senin, 08 Juni 2026 08:55 WIB

JAKARTA - Wacana bergabungnya Presiden Partai Buruh, Said Iqbal ke dalam jajaran kabinet memunculkan tanda tanya besar terkait arah perjuangan kelas pekerja ke depan. Langkah politik ini dinilai akan menjadi ujian berat bagi konsistensi pembelaan hak-hak buruh dari dalam sistem pemerintahan.

Peneliti politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Raharjo memberikan catatan khusus mengenai dinamika ini. Ia mengingatkan bahwa merapatnya berbagai elemen kekuatan ke kubu pemerintah membawa risiko tersendiri bagi jalannya demokrasi.

“Ini yang menjadi tantangan karena hampir sebagian besar narasinya pro semua kepada pemerintah, hal ini yang membuat check and balances mengendur,” jelas Wasisto, Minggu (7/6/2026).

Fungsi pengawasan dari luar dinilai semakin rentan karena ruang untuk melontarkan kritik kian menyempit. “Apalagi saat ini mengkritik pemerintah akan dianggap ofensif meskipun maksudnya konstruktif,” ujarnya.

Oleh karena itu, Wasisto menaruh ekspektasi agar Said Iqbal tidak kehilangan daya kritisnya jika benar-benar dilantik menjadi bagian dari pemerintah. “Saya harap Said Iqbal tetap idealis dan konsisten perjuangkan nasib buruh dari dalam lingkar kekuasaan,” tegasnya.

Jawaban dari Istana

Sinyal masuknya tokoh buruh ini sebelumnya dibenarkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi di kompleks Istana Presiden, Kamis (4/6/2026).

Prasetyo mengisyaratkan bahwa rekam jejak perjuangan di jalanan menjadi nilai tambah yang dipertimbangkan oleh pemerintah. "Ya, kemungkinan ya, kemungkinan berkaitan dengan tentunya perjuangan beliau selama ini. Berhubungan dengan kiprah beliau,” ungkapnya.

Namun, publik masih harus menebak-nebak posisi strategis apa yang disiapkan untuk mengakomodasi Said Iqbal. "Tunggu informasi," tutup Prasetyo saat ditanya rincian jabatan tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus
wwwwww