Modus Perusahaan CPO Hindari Pajak Terungkap, Selisih Harga Capai Ratusan Persen
![]() |
| Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa |
JAKARTA - Modus manipulasi harga ekspor ke Amerika Serikat yang melibatkan 10 korporasi kelapa sawit (crude palm oil) kini berada di tangan Kejaksaan Agung. Penyelidikan terhadap dugaan transfer pricing dan under invoicing ini dilakukan guna menekan hilangnya potensi devisa dan pajak secara masif.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, membenarkan bahwa pihak kejaksaan tengah bekerja keras menelusuri aliran transaksi perusahaan-perusahaan tersebut.
"Yang di Kejaksaan itu masih kita tunggu berita dari Kejaksaan yang jelas minggu lalu mereka mulai jalan," kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Dokumen kejanggalan ini sebelumnya dibawa langsung oleh Purbaya kepada Presiden Prabowo Subianto, Kamis (21/5/2026). Kemenkeu melakukan check sound terhadap tiga pengapalan sebagai sampel awal dan mendapati temuan vulgar terkait ketimpangan angka pelaporan dengan nilai uang riil di Amerika Serikat.
"Jadi harganya di sini berapa, itu cuma seperempat atau sepertiga apa yang ada di AS. Jadi income-nya rendah kan. Di sini kita rugi banyak," ungkap Purbaya.
Ia merinci, salah satu bukti internal importir asal AS menunjukkan angka pembayaran US$4,2 juta. Namun, perusahaan tersebut hanya melaporkan nilai ekspor US$2,6 juta ke pemerintah Indonesia.
Purbaya juga membeberkan angka yang jauh lebih ekstrem dari pengapalan perusahaan berbeda, di mana selisih harganya menyentuh angka 200 persen.
"Ada yang lebih gila lagi, satu perusahaan lagi di sini ekspornya US$1,44 juta, di sana US$4 jutaan. Berubah harganya 200 persen. Kita mau deteksi kapal per kapal, jadi itu yang saya laporkan kalau ditanya," urainya.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Cendekia |











