Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
22 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
22 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Keuangan

Kinerja Positif Sektor Perpajakan Topang Pembiayaan Belanja Negara

Kinerja Positif Sektor Perpajakan Topang Pembiayaan Belanja Negara
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Sabtu, 06 Juni 2026 07:17 WIB

JAKARTA - Kinerja keuangan pemerintah per 31 Mei 2026 menunjukkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada di angka Rp 180,4 triliun. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai selisih sebesar 0,70 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ini mencerminkan instrumen pengelolaan fiskal yang terukur.

"Pajaknya naik, defisitnya terjaga. Jadi kondisi fiskal amat baik," papar Purbaya di kantornya kawasan Jakarta Pusat, Jumat (5/6/2026).

Arus kas negara mendapat suntikan pendanaan yang besar dari sektor perpajakan sebesar Rp 834,4 triliun, angka yang melonjak 22,1 persen secara tahunan. Tren pemulihan turut disumbang oleh Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang menghasilkan Rp 226,4 triliun serta kepabeanan dan cukai sejumlah Rp 123,8 triliun, membawa total pendapatan negara naik menjadi Rp 1.185 triliun.

"Tahun lalu full year pertumbuhan pajaknya tuh negatif. Sekarang positif, mungkin nanti akan 20% atau lebih kita coba dorong ke atas terus," jelasnya mengapresiasi perbaikan sistem perpajakan.

Sementara itu, aliran dana belanja negara tercatat menyentuh angka Rp 1.365,4 triliun atau naik 34,4 persen. Kebutuhan pengeluaran dialokasikan untuk membiayai belanja pemerintah pusat senilai Rp 1.059,3 triliun dan menyuplai transfer ke daerah sebesar Rp 306,1 triliun.

Purbaya menjamin tingginya angka penyerapan tersebut berjalan sesuai dengan sasaran target kementerian. Surplus pada indikator keseimbangan primer yang menembus Rp 58,6 triliun memperkuat argumennya untuk menepis narasi miring mengenai ketidakstabilan dana publik.

"Di situ menunjukkan bahwa ya anggaran kita bagus. Jangan dibilang ugal-ugalan atau Purbaya membuat anggaran yang kacau sehingga mengganggu stabilitas nilai tukar," tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Keuangan
wwwwww