Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
7 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
4 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Opini

Proyek Air Bersih Lhoksukon Terhenti Akibat Kebocoran Pipa Gas Lama

Proyek Air Bersih Lhoksukon Terhenti Akibat Kebocoran Pipa Gas Lama
Semburan api dari sumur bor yang dibuka warga Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (22/5/2026).
Sabtu, 23 Mei 2026 06:22 WIB

ACEH UTARA - Insiden semburan material gas dan pasir berlumpur mengejutkan masyarakat Gampong Blang Rubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara. Kejadian yang disertai kobaran api hingga 75 meter ini muncul dari sebuah lubang proyek pengeboran sumur air, Kamis (21/5/2026).

Pengeboran tersebut merupakan inisiatif desa untuk memastikan ketersediaan pasokan air sawah saat musim kemarau tiba. Pekerjaan sudah memasuki hari keenam sejak dimulai, Sabtu (16/5/2026), dan telah menyentuh kedalaman 90 meter sebelum akhirnya semburan terjadi sekitar pukul 13.30 WIB.

"Peristiwa itu terjadi di areal kebun sawit dan persawahan, tepat di lokasi pengeboran sumur air yang diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan sawah masyarakat setempat," ujar Kasi Humas Polres Aceh Utara, AKP Bambang Sutrisno, melansir Antara, Jumat (22/5/2026).

Saat semburan pertama kali muncul, para pekerja bergegas mengangkat sebagian pipa dari dalam sumur. Diduga kuat mata bor mengenai infrastruktur gas usang yang tertanam di bawah lahan tersebut.

"Semburan api mencapai 75 meter, diduga terdapat pipa gas lama yang kemungkinan menjadi sumber awal terjadinya semburan gas," sambungnya.

Penanganan darurat segera dilakukan dengan melibatkan keahlian dari PT Pema Global Energi (PGE) hingga api sukses dipadamkan. Sebaran lumpur dari lubang pengeboran menyebabkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan ringan, memaksa sejumlah penghuninya mencari perlindungan sementara.

Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Lokasi semburan saat ini sudah disterilkan menggunakan pembatas untuk mengantisipasi masuknya warga ke area berbahaya.

"Kita akan terus melakukan pengamanan dan monitoring perkembangan situasi dan kondisi di lokasi serta memverifikasi beberapa warga yang mengungsi sementara guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tegasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Opini
wwwwww