Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
12 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Kampus

Ditegur Keras! BGN Larang Mitra Jadikan Dapur Makan Bergizi Gratis Ladang Cuan

Ditegur Keras! BGN Larang Mitra Jadikan Dapur Makan Bergizi Gratis Ladang Cuan
Nanik Sudaryati Deyang
Minggu, 08 Maret 2026 06:43 WIB
JAKARTA – Niat mulia di balik Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rupanya mulai dimanfaatkan oleh segelintir oknum untuk mencari keuntungan pribadi. Menyadari adanya pergeseran orientasi ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah cepat untuk membersihkan program andalan pemerintah tersebut dari praktik komersialisasi.

Peringatan keras ini disampaikan langsung oleh Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang. Ia secara blak-blakan membongkar siasat nakal di lapangan yang disebutnya sebagai fenomena "ternak yayasan". Praktik ini dilakukan oleh pihak-pihak yang sengaja mendirikan banyak yayasan sekaligus hanya untuk memonopoli pengelolaan dapur umum MBG.

"Akhirnya target (MBG) sangat tinggi sekali, muncullah ternak-ternak yayasan. Banyak orang memiliki lebih dari satu dapur," sesal Nanik usai mengisi lokakarya kehumasan, Sabtu (7/3/2026).

Menghadapi manuver culas yang menjadikan MBG layaknya proyek bisnis raksasa, BGN menegaskan tidak akan segan memutus rantai kemitraan. Nanik mengingatkan para pengelola bahwa status mereka hanyalah mitra dengan kontrak berdurasi satu tahun yang sangat bergantung pada hasil evaluasi kinerja.

"Mereka lupa, mereka hanya kontrak satu tahun yang bisa diperpanjang. Artinya, sewaktu-waktu kita bisa sudahi kerja sama dengan mereka. Kita akan luruskan lagi ke khitahnya bahwa MBG bukan bisnis, tapi MBG adalah program kemanusiaan, investasi sosial," tegasnya.

Sikap protektif BGN ini bukan tanpa alasan. Program ini memiliki ikatan sejarah dan emosional yang sangat kuat dengan Presiden Prabowo Subianto.

Nanik kembali menarik ingatan publik ke tahun 2012, saat Prabowo blusukan ke kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara. Di sanalah nuraninya tergugah setelah melihat langsung ironi kemiskinan ibu kota: warga terpaksa mengais dan membawa pulang sisa makanan dari para buruh pabrik hanya agar keluarganya bisa makan hari itu.

"Pak Prabowo waktu itu sangat marah melihat kondisi tersebut. Dari situlah muncul tekad beliau, jika suatu saat mendapat amanah menjadi presiden, ingin memastikan masyarakat terutama anak-anak mendapatkan makanan yang layak," tutup Nanik mengakhiri penjelasannya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:Kampus
wwwwww