Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
13 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
2 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Kampus

Belum Punya Sertifikat Sehat, 69 Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumbar Ditutup BGN

Belum Punya Sertifikat Sehat, 69 Dapur Makan Bergizi Gratis di Sumbar Ditutup BGN
Minggu, 08 Maret 2026 06:55 WIB
JAKARTA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) mendapat sorotan tajam terkait standar keamanan pangannya. Badan Gizi Nasional (BGN) terpaksa mengambil langkah tegas dengan menutup sementara 69 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur umum di Sumbar mulai Senin (9/3/2026).

Sanksi penutupan massal ini dijatuhkan lantaran puluhan dapur penyedia makanan bagi anak-anak tersebut kedapatan belum mengurus dan memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, menegaskan bahwa aturan ini bersifat mutlak untuk mencegah risiko gangguan kesehatan akibat makanan yang tidak higienis.

"Data per 7 Maret 2026 pukul 11.00 menunjukkan terdapat 492 SPPG di wilayah Sumatera yang belum mendaftarkan SLHS. Termasuk di dalamnya ada 69 dapur di Sumatera Barat. Suspend ini merupakan langkah korektif agar seluruh dapur yang beroperasi benar-benar memenuhi standar kesehatan," jelas Harjito, Sabtu (7/3/2026).

Harjito menerangkan, penghentian operasional ini hanyalah bersifat penangguhan sementara. BGN memberikan kesempatan penuh bagi para pengelola dapur di Sumbar untuk segera membenahi standar sanitasi mereka.

Para pengelola 69 dapur yang terdampak diminta untuk bergerak cepat mendatangi Dinas Kesehatan (Dinkes) di kabupaten/kota masing-masing guna mengurus pendaftaran dan verifikasi SLHS. Tidak ada toleransi operasional sebelum sertifikat kelayakan tersebut terbit.

"Setelah proses pendaftaran dan verifikasi selesai, operasional dapat kembali dibuka. Kami berharap SPPG dapat segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan agar layanan dapat kembali berjalan dan manfaat program MBG tetap dapat dirasakan oleh masyarakat," tambahnya.

Sebagai informasi, penertiban yang dilakukan BGN ini menyapu seluruh wilayah Pulau Sumatera dengan total 492 dapur yang ditutup sementara. Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah dapur belum bersertifikat terbanyak (252 titik), disusul Lampung (77 titik), Aceh (76 titik), dan Sumatera Barat di urutan keempat (69 titik). ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:kompas.com
Kategori:Kampus, Binawidya
wwwwww