Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
17 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
20 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
17 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Federico Barba Rasakan Atmosfer Kompetisi di Bulan Ramadan

Federico Barba Rasakan Atmosfer Kompetisi di Bulan Ramadan
Bek Persib Bandung, Federico Barba. (Ileague.id)
Sabtu, 07 Maret 2026 05:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Musim pertama bagi bek asal Italia Federico Barba berkompetisi Super League 2025/2026. Berada di tengah-tengah lingkungan mayoritas pemain muslim di Persib Bandung, ia turut merasakan atmosfer berkompetisi di bulan Ramadan.

Bagi Barba ini hal yang lumrah terjadi di sepak bola, sebagai wujud toleransi dan menghargai ia rela menyesuaikan diri dengan budaya klub saat Ramadan. Seperti melaksanakan sesi latihan di malam hari mulai pukul 20.30 WIB, waktu yang sama dengan jam pertandingan.

“Kami hanya perlu mengubah waktu latihan, beradaptasi, atau seperti sekarang, kami menggelar latihan di waktu yang sama dengan jadwal pertandingan. Jadi bagi saya tidak ada yang berubah,” papar Barba.

Mantan pemain Como 1907 ini menuturkan dirinya tak merasa kesulitan beradaptasi dengan waktu kick off pertandingan yang lebih malam. Setiap pemain dituntut profesional melakoni laga dengan jam yang diberlakukan operator I.League.

“Sejujurnya ini tidak begitu asing karena di Eropa, kalian bisa lihat di televisi, kami bisa bermain kapan saja. Kami bisa saja bermain pada pagi hari, pukul 12 siang, pukul 12.30, atau bahkan malam hari, jadi bagi saya itu sama saja,” kata Barba.

Persib masih akan menjalani dua pertandingan lagi di masa bulan Ramadan. Menjamu Persik Kediri di pekan ke-25 pada Senin (9/3) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menyusul partai tandang kontra Borneo FC Samarinda di Segiri pada 15 Maret mendatang. ***

wwwwww