Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
16 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
14 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
17 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
5
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
14 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kampus

Kualitas Aspal Buruk Ancam Pemudik Lebaran 2026 di Ruas Kayu Agung

Kualitas Aspal Buruk Ancam Pemudik Lebaran 2026 di Ruas Kayu Agung
Senin, 02 Maret 2026 20:25 WIB

JAKARTA - Kualitas aspal yang memburuk serta minimnya fasilitas di sepanjang Tol Trans Sumatera memicu reaksi keras dari parlemen. Mengingat arus mudik Lebaran 2026 tinggal menghitung pekan, Anggota Komisi V DPR, Ruslan M Daud, menekan pemerintah dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) untuk segera merampungkan pembenahan infrastruktur yang berisiko mengancam keselamatan pelintas.

Wakil rakyat tersebut mengaku menerima banyak keluhan dari masyarakat terkait jalan berlubang, khususnya yang bertebaran di ruas Tol Kayu Agung-Palembang. Kondisi kerusakan tersebut dinilai sangat fatal bagi pengemudi.

"Kami tidak ingin jalan tol yang harusnya menjadi solusi kelancaran mobilitas, bukan justru menjadi titik rawan kecelakaan akibat kualitas aspal yang buruk," ungkap Ruslan di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Mencegah terjadinya kemacetan parah, ia mewanti-wanti agar seluruh perbaikan fisik jalan dipastikan tuntas sebelum lonjakan volume kendaraan pemudik memadati jalan bebas hambatan tersebut.

"Jangan sampai ada perbaikan yang justru baru dilakukan saat arus mudik sudah berjalan," tegurnya.

Selain menuntut perbaikan lubang jalan, Ruslan juga meminta optimalisasi elemen pendukung keselamatan berkendara. Sistem drainase harus dipastikan berfungsi normal untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, diiringi dengan pengecatan ulang marka jalan dan perbaikan lampu jalan.

"Penerangan yang baik sangat berpengaruh terhadap keselamatan pengemudi, terutama untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat kelelahan dan jarak pandang yang terbatas," jelasnya.

Sebagai pelengkap pelayanan, manajemen tempat istirahat atau rest area turut mendapat catatan khusus. Pengelola jalan tol diinstruksikan menjaga ketersediaan pasokan air bersih, memastikan higienitas toilet, dan menata sistem parkir agar penumpukan kendaraan dapat dihindari saat puncak arus mudik berlangsung.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Kampus
wwwwww