Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
21 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
8 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
5 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
5 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Evakuasi Jenazah Pilot Pengangkut Bahan Bakar Minyak di Pegunungan Pabetung Remayo

Evakuasi Jenazah Pilot Pengangkut Bahan Bakar Minyak di Pegunungan Pabetung Remayo
Ilustrasi (net)
Jum'at, 20 Februari 2026 08:29 WIB

NUNUKAN - Armada udara berjenis Air Tractor AT-802 milik Pelita Air Service dilaporkan mengalami insiden di kawasan pegunungan Pabetung Remayo, Kecamatan Krayan Timur, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, Kamis (19/2/2026). Penerbangan yang bertugas mengirimkan pasokan bahan bakar minyak menuju Tarakan tersebut berujung duka setelah pesawat ditemukan dalam keadaan hancur dan terbakar.

Tim gabungan dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Indonesia-Malaysia bersama personel Kodim Nunukan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan. Sayangnya, satu-satunya awak yang berada di dalam kabin tidak dapat diselamatkan. Jenazah pengemudi pesawat akhirnya berhasil dievakuasi oleh prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari medan yang cukup menantang.

"Informasi terakhir yang kami peroleh pukul 15.16 WITA, pilot atas nama Captain Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal," ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F Laisa.

Lukman memastikan armada penerbangan tersebut rutin menjalani pengecekan kelaikan operasional. Catatan rekam jejak menunjukkan total jam terbang mencapai 3.303 jam, dengan proses inspeksi terakhir tercatat dilakukan Rabu (11/2/2026).

"Proses investigasi akan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku oleh instansi berwenang," terangnya.

Fokus tim gabungan kini beralih pada upaya pencarian black box atau perekam data penerbangan di sekitar area jatuhnya armada. Penemuan komponen penting serta material sisa bangkai kapal terbang ini diharapkan mampu memberikan petunjuk berharga bagi tim investigasi mengenai pemicu tragedi nahas tersebut.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww