Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
11 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
7 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
7 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Sambut Ramadan di Tenda Darurat, DPR Desak Pemerintah Segera Rampungkan Huntara Sumatra

Sambut Ramadan di Tenda Darurat, DPR Desak Pemerintah Segera Rampungkan Huntara Sumatra
Ilustrasi Huntara. Foto: KemenPU.
Minggu, 25 Januari 2026 16:32 WIB

JAKARTA – Penderitaan ribuan pengungsi bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi sorotan tajam seiring mendekatnya bulan suci Ramadan. Pemerintah kini didesak untuk memacu pembangunan hunian sementara (huntara) agar para korban tidak lagi terhimpit di bawah terpal pengungsian saat menjalani ibadah puasa.

Anggota Komisi V DPR RI, Irmawan, mengingatkan bahwa tinggal di tenda darurat selama berbulan-bulan telah menggerus kondisi fisik dan psikologis warga. Baginya, pemindahan pengungsi ke hunian yang lebih manusiawi adalah harga mati yang harus segera diwujudkan.

“Bayangkan jika mereka harus berpuasa Ramadan dalam kondisi tinggal di pengungsian, beratapkan terpal dan beralas tanah. Ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujar Irmawan, Minggu (25/1/2026).

Legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai, keberadaan huntara akan mengembalikan privasi keluarga yang hilang selama berada di posko pengungsian massal. Dengan hunian yang lebih tertutup dan aman, para korban diharapkan dapat memulihkan ketenangan batin, terutama dalam menyambut bulan penuh berkah.

“Kalau huntara siap sebelum Ramadan, saudara-saudara kita bisa beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Anak-anak bisa beristirahat dengan baik dan orang tua bisa fokus pada pemulihan ekonomi mereka,” jelas legislator asal Aceh tersebut.

Irmawan menegaskan bahwa Komisi V akan terus mengawal kinerja Kementerian Pekerjaan Umum (PU) agar proyek huntara ini menjadi prioritas utama. Menurutnya, pemerintah harus lebih responsif dan berpihak pada nasib kelompok rentan, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Sumatra.

“Negara harus hadir secara cepat dan berpihak. Jangan biarkan korban bencana kehilangan kesempatan menjalani Ramadan dengan layak karena keterlambatan pembangunan infrastruktur dasar,” tegasnya.

Suara dari parlemen ini diharapkan menjadi pemantik bagi percepatan evakuasi warga dari tenda darurat menuju hunian yang lebih layak, sehingga duka bencana tidak semakin diperberat dengan hilangnya kekhusyukan ibadah di bulan suci. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww