Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
16 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
20 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

KNKT Tegaskan ATR 42-500 Sudah Dilengkapi Peringatan Medan, Data Kunci di Black Box

KNKT Tegaskan ATR 42-500 Sudah Dilengkapi Peringatan Medan, Data Kunci di Black Box
Pesawat Airborne Surveillance ATR 42-500 yang digunakan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal PSDKP dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.
Rabu, 21 Januari 2026 08:22 WIB

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi menegaskan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT telah memiliki sistem peringatan dini terhadap medan berbahaya seperti pegunungan. Sistem keselamatan itu dikenal sebagai Terrain Awareness and Warning System (TAWS).

Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Soerjanto Tjahjono, menyampaikan penjelasan tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi V di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (20/1/2026). Penjelasan ini sekaligus menjawab keraguan terkait kesiapan teknologi keselamatan pesawat yang jatuh di Gunung Bulusaraung.

“Pesawat ATR 42-500 itu dilengkapi alat peringatan terhadap rintangan seperti gunung, yaitu TAWS,” ujarnya.

Namun Soerjanto menekankan, keberadaan sistem belum otomatis menjawab apakah peringatan bekerja optimal saat kejadian. Kepastian fungsi TAWS hanya dapat diketahui setelah black box ditemukan dan dianalisis.

“Apakah sistem itu aktif dan memberikan peringatan, jawabannya ada di black box. Itu yang sedang kami tunggu,” katanya.

Ia juga memastikan kondisi pesawat sebelum terbang dinyatakan laik. Meski sempat ada laporan kendala mesin beberapa hari sebelum penerbangan, masalah tersebut tidak ditemukan pada penerbangan terakhir dari Yogyakarta menuju Makassar.

“Pada penerbangan terakhir tidak ada keluhan. Pesawat dalam kondisi baik saat lepas landas,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengungkapkan kemungkinan korban selamat sangat kecil. Meski demikian, upaya pencarian tidak dihentikan.

“Kami tetap berharap ada mukjizat. Selama proses pencarian berlangsung, tim akan bekerja maksimal,” ujarnya.

Syafii menjelaskan medan Gunung Bulusaraung yang terjal dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama. Tim SAR gabungan terus menyisir lokasi untuk menemukan korban sekaligus bagian pesawat yang diperlukan dalam proses investigasi.

Hingga kini, dua jenazah telah ditemukan di jurang dengan kedalaman ratusan meter. Seluruh temuan puing akan diserahkan kepada KNKT sebagai bagian dari pengumpulan data teknis.

Pesawat ATR 42-500 PK-THT milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak Sabtu (17/1/2026) saat mendekati Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar. Pesawat tersebut kemudian ditemukan jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1/2026).

Pesawat membawa tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan serta tujuh kru. KNKT menegaskan investigasi dilakukan secara menyeluruh dan berbasis data empiris, dengan black box sebagai kunci utama untuk mengungkap penyebab kecelakaan. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Warga Bertuah
wwwwww