Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
22 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
21 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
23 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
21 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
6
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
1 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Home  /  Berita  /  Pasar & Niaga

Sinyal Penggerebekan Menguat, Menkeu Soroti Baja China Tak Taat Pajak

Sinyal Penggerebekan Menguat, Menkeu Soroti Baja China Tak Taat Pajak
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: muhammad firman maulana/detikfoto)
Kamis, 08 Januari 2026 21:11 WIB

JAKARTA – Pemerintah bersiap mengambil langkah tegas terhadap perusahaan baja asal China yang beroperasi di Indonesia namun diduga menghindari kewajiban pajak. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkap praktik tersebut berpotensi merugikan negara hingga triliunan rupiah setiap tahun.

Purbaya menyebut perusahaan baja itu tidak membayar pajak pertambahan nilai (PPN) dan diduga menggunakan data kependudukan orang lain untuk menjalankan bisnisnya. Pemerintah pun tengah menunggu waktu yang tepat untuk melakukan penindakan langsung di lapangan.

“Ada perusahaan baja China yang operasi di sini. Nama-namanya mungkin mereka beli KTP, tapi tidak bayar PPN. Sebenarnya sudah mau digerebek, tinggal tunggu momen yang pas,” ujarnya di Kementerian Keuangan, Kamis (8/1/2026).

Ia menilai praktik tersebut sangat merugikan keuangan negara. Dari informasi yang diperolehnya, potensi penerimaan pajak dari satu perusahaan baja saja bisa mencapai lebih dari Rp4 triliun per tahun apabila dijalankan secara patuh.

“Baja itu besar. Kata orang yang sudah insaf, setahun bisa Rp4 triliun lebih. Dan itu bukan cuma satu perusahaan,” ungkapnya.

Purbaya mengungkapkan, perusahaan-perusahaan tersebut diduga sengaja menghindari sistem perpajakan dengan melakukan transaksi secara tunai. Pola cash basis dinilai menjadi cara agar peredaran uang tidak terlacak dan kewajiban PPN dapat dihindari.

“Pengusahanya dari China, perusahaannya di sini, orang-orangnya China semua, bahkan tidak bisa bahasa Indonesia. Jual langsung ke klien pakai sistem tunai, tidak bayar PPN. Negara jelas dirugikan,” tegasnya.

Ia memastikan Kementerian Keuangan tidak akan membiarkan praktik tersebut terus berlangsung. Penindakan, menurutnya, akan dilakukan secara cepat dan terukur untuk menutup celah penghindaran pajak di sektor industri baja.

“Ini tidak bisa dibiarkan. Nanti akan kita tindak dengan cepat,” katanya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Cendekia, Pasar & Niaga, Keuangan
wwwwww