Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
2
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
3
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
2 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Disindir Soal Donasi Rp10 Miliar, Ferry Pilih Tak Bereaksi Emosional dan Fokus pada Korban

Disindir Soal Donasi Rp10 Miliar, Ferry Pilih Tak Bereaksi Emosional dan Fokus pada Korban
Ferry Irwandi memberi respon terkait dugaan sindiran Anggota DPR RI Endipat Wijaya terkait donasi bencana Sumatra yang berhasil dihimpunnya bersama sebanyak Rp10 miliar. (detikcom/aisyah)
Selasa, 09 Desember 2025 16:10 WIB

JAKARTA – Kreator konten sekaligus CEO Malaka Project, Ferry Irwandi, kembali angkat bicara usai ramai disebut dalam pernyataan Anggota DPR RI, Endipat Wijaya, terkait donasi Rp10 miliar yang ia himpun bersama Kitabisa.com untuk korban bencana di Sumatra. Alih-alih tersulut emosi, Ferry justru menegaskan bahwa ia tidak merasa tersinggung atas ucapan tersebut.

Melalui akun Instagram-nya, @irwandiferry, Selasa (9/12/2025), ia menulis bahwa dukungan publik yang luar biasa membuatnya tidak terpancing untuk marah.

"Soal perkataan pak dewan… saya sama sekali tidak merasa amarah dan kesal, berkat dukungan luar biasa kawan-kawan semua," tulisnya.

Menurut Ferry, Endipat juga telah menghubunginya secara pribadi untuk menyampaikan permintaan maaf. Ia menerima permintaan maaf tersebut karena tidak ingin memelihara konflik, terlebih ketika situasi di lapangan masih membutuhkan perhatian.

"Beliau sudah menghubungi saya secara personal dan minta maaf, saya juga menerima itu karena gak adanya juga memelihara konflik," ujarnya.

Ferry mengatakan kesempatan komunikasi itu ia gunakan untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak para penyintas di daerah terdampak. Ia menyebut Endipat merespons masukan tersebut secara positif.

"Saya juga udah sampaikan beberapa concern dan kebutuhan masyarakat di lapangan dan beliau menerima," ucapnya.

Isu ini memanas setelah Endipat dalam rapat kerja Komisi I DPR, Senin (8/12/2025), menyebut ada pihak yang datang ke wilayah bencana namun “seolah paling bekerja”. Ia membandingkan bantuan publik Rp10 miliar dengan klaim bantuan pemerintah bernilai triliunan.

"Orang per orang cuma nyumbang Rp10 miliar, negara udah triliunan ke Aceh itu," kata Endipat.

Ia mendorong Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk lebih aktif menyebarkan informasi mengenai kerja pemerintah agar tidak kalah dari narasi yang viral di media sosial.

"Supaya informasi itu enggak kalah viral dibandingkan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatera," ujarnya. 

Di tengah dinamika respons publik terhadap ucapan tersebut, Ferry tetap memilih menjaga suasana tetap kondusif. Ia menekankan bahwa fokus utamanya adalah memastikan bantuan tepat sasaran dan kebutuhan korban dapat terpenuhi tanpa harus memperpanjang polemik. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:cnnindonesia.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota, Parlemen
wwwwww