Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
2
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
3
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Di Tengah Raker Bahas Emas, Purbaya Batuk-Batuk lalu Lontarkan Kelakar soal Produsen

Di Tengah Raker Bahas Emas, Purbaya Batuk-Batuk lalu Lontarkan Kelakar soal Produsen
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Senin, 08 Desember 2025 16:51 WIB

JAKARTA – Rapat Kerja Komisi XI DPR yang awalnya berlangsung formal berubah hangat ketika Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, berulang kali tersendat oleh batuk saat membahas kebijakan Bea Keluar (BK) emas, Senin (8/12/2025). Alih-alih membuat suasana tegang, momen itu justru mengundang tawa para anggota dewan setelah Purbaya melontarkan candaan yang menyinggung reaksi para produsen emas.

Purbaya sedang menjabarkan prinsip penentuan tarif BK emas—di mana tarif di tingkat hulu ditetapkan lebih tinggi untuk mendorong hilirisasi—ketika batuknya terus mengganggu penjelasan. Ia beberapa kali berhenti untuk minum, hingga Ketua Komisi XI DPR, Mukhammad Misbakhun, menenangkan agar ia mengambil jeda.

Situasi itu kemudian dijawab Purbaya dengan humor yang mencairkan suasana.
"Mungkin produsen emas ngutuk saya dari jauh nih, hahaha mau narikin bea nih," katanya, memancing tawa anggota Komisi XI.

Namun batuknya kembali muncul. Melihat itu, Misbakhun kembali menyela.
"Calm down Pak," ucapnya.
Purbaya merespons dengan nada ringan.
"Doanya kuat juga mereka," selorohnya, kembali mengundang gelak tawa.

Setelah situasi mereda, Purbaya melanjutkan paparannya mengenai kebijakan pengawasan ekspor emas. Ia menegaskan pemerintah memperketat aturan dengan melarang ekspor produk emas yang memiliki kadar di bawah 99 persen. Kebijakan ini, menurutnya, menjadi bagian penting dalam memastikan nilai tambah komoditas mineral dan memperkuat kepatuhan pajak.

Rapat tersebut tidak hanya menghadirkan pembahasan teknis, tetapi juga memperlihatkan bagaimana dinamika politik dapat berubah cair oleh interaksi spontan di tengah proses legislasi. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inews.id
Kategori:Pasar & Niaga, Balai Kota, Parlemen
wwwwww