Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Pendiri Pekanbaru Marhum Pekan Resmi Terima Gelar Pahlawan Nasional
2
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Sisir Empat Kelab Malam Pekanbaru, Satpol PP Riau Periksa Ketat Izin Usaha dan Pengunjung
3
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Susuri Gang Samping BRI Sukaramai Pekanbaru, Polisi Amankan Pria dan Wanita Positif Narkoba
Home  /  Berita  /  Balai Kota

Rocky Gerung Soroti Fenomena Donasi Ferry Irwandi: “Solidaritas Publik Mengalahkan Peran Negara”

Rocky Gerung Soroti Fenomena Donasi Ferry Irwandi: “Solidaritas Publik Mengalahkan Peran Negara”
Pengamat politik Rocky Gerung (foto: istimewa)
Jum'at, 05 Desember 2025 15:59 WIB

JAKARTA – Aksi penggalangan dana yang dilakukan Ferry Irwandi untuk korban bencana di Sumatera menuai perhatian tajam dari pengamat politik Rocky Gerung. Menurutnya, derasnya bantuan publik justru menunjukkan paradoks besar yang sedang dihadapi pemerintah dalam menjaga kepercayaan warganya.

Dalam dialog bersama jurnalis senior Hersubeno Arief di kanal Hersubeno Point, Kamis malam (4/12/2025), Rocky menilai fenomena itu sebagai cermin bahwa solidaritas masyarakat bergerak jauh lebih cepat daripada respons negara dalam menghadapi krisis.

“Kita lihat satu paradoks. Bahwa pemerintah kesulitan atau kewalahan mengumpulkan pajak untuk membiayai pembangunan,” ujarnya, Jumat (5/12/2025). Ia menggambarkan kondisi fiskal pemerintah yang dinilai tidak sejalan dengan tingginya partisipasi publik dalam membantu sesama.

Rocky menyebut sumbangan besar yang dihimpun Ferry Irwandi dalam waktu singkat menjadi bukti bahwa masyarakat justru bergerak lebih efektif ketika negara dinilai gagap.
“Masyarakat dengan sukarela menyumbang (melalui) saudara Ferry Irwandi, dalam waktu dengan cara seksama dalam tempo singkat-singkatnya miliaran rupiah masuk,” sambungnya.

Menurut dia, antusiasme publik dalam menolong korban bencana menandakan bahwa nilai kemanusiaan masih kuat di akar rumput, meski tidak tercermin dalam kebijakan pemerintah.
“Itu penanda bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab tetap ada dalam masyarakat sipil. Sebaliknya pemerintah tidak peduli dengan kesosialan manusia,” ungkapnya.

Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia itu menilai fenomena tersebut bukan hanya persoalan bantuan kemanusiaan, tetapi juga menyiratkan perubahan cara masyarakat memandang otoritas negara. Ia menyebut muncul gejala bahwa publik mulai mencari alternatif di luar mekanisme formal.
“Dan itu yang menyebabkan orang sekarang menganggap bahwa ya lebih baik bayar pajak lewat bencana daripada ditagih oleh pemerintah,” urainya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Balai Kota, Parlemen
wwwwww