Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Kecewa Kebijakan Pusat, Puluhan Mitra Pengemudi Tutup Paksa Kantor Maxim Pekanbaru
2
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Percantik Jantung Kota, Pemkot Pekanbaru Sulap U-Turn Sudirman Jadi Ruang Terbuka Hijau
3
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
Marpoyan Damai
17 jam yang lalu
Telan Dana Rp5 Miliar Tanpa APBD, Tugu Simpang Sebidang Pekanbaru Mulai Dibangun Desember
4
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Satlantas Polresta Pekanbaru Gelar Operasi Patuh, 38 Pelanggar Ditilang dan Pengendara Taat Diberi Cokelat
5
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Akses Wisata Makin Mulus, Jalan Lingkar Danau Buatan Pekanbaru Segera Diaspal
6
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
6 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Home  /  Berita  /  Opini

Dugaan Penghinaan Guru, Warga Dikeroyok Santri di Cianjur

Dugaan Penghinaan Guru, Warga Dikeroyok Santri di Cianjur
Ilustrasi pengeroyokan (net)
Selasa, 28 Oktober 2025 05:12 WIB
CIANJUR – Kasus pengeroyokan menimpa seorang warga berinisial N di Kampung Pasir Oray, Desa Panyusuhan, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Korban diserang sejumlah santri dari salah satu pondok pesantren setempat setelah mobil keluarganya dirusak menggunakan batu, Minggu (27/10/2025).

Menurut informasi, N mendatangi lokasi setelah mendapat laporan perusakan mobil tersebut. Namun, kedatangannya justru memicu emosi para santri yang langsung mengeroyoknya dengan tangan kosong dan benda tumpul. Akibatnya, korban mengalami luka lebam di beberapa bagian tubuh.

“Korban menjadi sasaran amukan para santri dan mengalami luka lebam akibat dipukul dengan tangan kosong serta benda tumpul,” ujar Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Fajri Ameli Putra, Senin (27/10).

Korban kemudian melapor ke Polsek Sukaluyu. Polisi bergerak cepat dan mengamankan seorang pelaku berinisial FA (22) beserta beberapa santri lain yang turut terlibat. Seluruhnya kini menjalani pemeriksaan di Mapolres Cianjur.

Dari hasil penyelidikan awal, para pelaku mengaku tersulut emosi karena korban dianggap mencoreng nama serta menghina guru mereka. Namun, pihak kepolisian masih mendalami keterangan tersebut untuk memastikan motif sebenarnya.

“Keterangan sementara menyebutkan pengeroyokan dipicu karena korban dianggap menghina guru mereka. Kami masih melakukan pengembangan kasus ini,” jelas Fajri.

Sementara itu, korban N menilai peristiwa yang dialaminya berkaitan dengan laporan dugaan penyelewengan pupuk subsidi yang dilakukan pimpinan pondok pesantren. Ia mengaku pernah melaporkan hal itu ke Kejaksaan Negeri Cianjur karena dianggap merugikan petani di wilayahnya.

“Saya menduga ini berkaitan dengan laporan saya soal penyelewengan pupuk subsidi. Sejak laporan itu, saya sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan,” ungkap N.

Polisi memastikan proses penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap keterlibatan pihak lain serta motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:jpnn.com
Kategori:Opini
wwwwww