Tragedi Ledakan Kapal MT Federal 11 di Batam: 21 Korban Masih Dirawat, Sebagian Alami Luka Bakar Parah
![]() |
| Kapolsek Batu Aji, Polresta Barelang AKP Raden Bimo Dwi Lambang mengawal proses evakuasi korban meninggal kecelakaan kebakaran kapal MT Federal II di RS Mutiara Aini, Kota Batam, Kepri, Rabu (15/10/2025). |
BATAM – Suasana haru masih menyelimuti sejumlah rumah sakit di Kota Batam, Kepulauan Riau, setelah tragedi ledakan kapal tanker MT Federal 11 yang menewaskan 10 pekerja dan melukai 21 orang lainnya. Para korban yang selamat kini tengah menjalani perawatan intensif akibat luka bakar serius yang mereka alami.
Salah satu korban selamat, Jefry Agusto, masih ingat jelas bagaimana kepanikan menyelimuti seluruh kru kapal ketika suara ledakan pertama terdengar.
“Api tiba-tiba muncul dari bawah kapal, cepat sekali menyebar. Kami lari ke atas, tapi banyak yang terjebak. Dari rombongan saya ada tujuh orang, dan beberapa enggak sempat keluar,” ujarnya dengan wajah masih dipenuhi perban, dikutip dari Newsline Metro TV, Kamis (16/10/2025).
Ledakan dahsyat itu terjadi sekitar pukul 05.00 pagi di galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang, Batam. Saksi mata menyebut api langsung membumbung tinggi dan disertai kepulan asap hitam tebal yang terlihat dari radius beberapa kilometer.
Tim gabungan dari Polresta Barelang dan Polda Kepulauan Riau segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih diselidiki, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja.
“Tim Inafis masih bekerja di lapangan untuk mengumpulkan bukti forensik dan memeriksa sisa-sisa material di kapal,” kata seorang penyidik di lokasi kejadian.
Sebagian besar korban yang masih hidup mengalami luka bakar antara 30 hingga 60 persen. Mereka dirawat di beberapa rumah sakit, seperti RSUD Embung Fatimah, RS Elisabeth, dan RS Bhayangkara Batam.
“Beberapa pasien masih kritis karena luka bakar cukup luas. Kami fokus pada penanganan luka dan stabilisasi kondisi mereka,” ujar salah satu dokter RSUD Embung Fatimah.
Sementara itu, keluarga korban masih terus berdatangan ke rumah sakit dan posko identifikasi. Suasana duka terlihat jelas ketika daftar nama korban diumumkan oleh pihak berwenang.
“Anak saya kerja di kapal itu baru dua minggu. Kami cuma ingin tahu kondisinya sekarang seperti apa,” kata Murni, ibu salah satu korban.
Ledakan kapal MT Federal 11 ini kembali menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan kerja di sektor galangan kapal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Batam.
Menurut sejumlah aktivis buruh, kecelakaan seperti ini seharusnya dapat dicegah jika standar keamanan dan sistem pengawasan diterapkan dengan benar.
“Setiap tahun selalu ada insiden di galangan kapal. Pekerja di lapangan seperti tidak dilindungi, padahal risiko ledakan sangat tinggi,” ujar salah satu perwakilan serikat pekerja maritim Batam.
Pemerintah daerah dan Kementerian Ketenagakerjaan kini disebut tengah melakukan koordinasi untuk melakukan audit keselamatan kerja di seluruh galangan kapal di Batam, termasuk PT ASL Tanjung Uncang.
“Kami akan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan kerja dan memastikan hal seperti ini tidak terulang,” kata seorang pejabat Dinas Tenaga Kerja Kepulauan Riau.
Sementara itu, lokasi kejadian telah dipasangi garis polisi dan dinyatakan steril untuk kepentingan penyelidikan lanjutan. Polisi juga memeriksa sejumlah manajemen galangan kapal dan teknisi terkait kemungkinan adanya pelanggaran prosedur keselamatan. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | metrotvnews.com |
| Kategori | : | Warga Bertuah |











