Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Aspal Jalan Kebun Tuah Madani, Warga Bersyukur Penantian 15 Tahun Jadi Kenyataan
2
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pintu Tol Dalam Kota Pekanbaru akan Sandang Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
3
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Ketum IMI Pusat Moreno Soeprapto Turun Gunung, Pekanbaru Jadi Tuan Rumah Rakernas 2026
4
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Ratusan Pengurus IMI Se-Indonesia Padati Pekanbaru, Sektor Perhotelan dan Kuliner Kecipratan Untung
5
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
Balai Kota
7 jam yang lalu
Ringankan Beban Wali Murid, Pemkot Pekanbaru Kucurkan Rp13 Miliar Lanjutkan Program Seragam Gratis
6
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Bentang 13,5 Kilometer, Tol Dalam Kota Pekanbaru Resmi Gunakan Nama Sultan Abdul Jalil Muazamsyah
Home  /  Berita  /  Mimbar Bertuah

Istana Desak Erick Thohir Segera Cari Pelatih Baru, Timnas Tak Boleh Kehilangan Arah

Istana Desak Erick Thohir Segera Cari Pelatih Baru, Timnas Tak Boleh Kehilangan Arah
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi (Foto:inilahcom/vonita)
Kamis, 16 Oktober 2025 20:30 WIB

JAKARTA – Usai pemecatan Patrick Kluivert dari kursi pelatih Timnas Indonesia, pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan agar PSSI segera menentukan penggantinya.

Menurutnya, transisi harus berjalan cepat agar proses pembinaan pemain dan persiapan kompetisi internasional tetap terjaga.

“Kami mendorong agar Ketua Umum PSSI segera menunjuk pelatih baru. Jangan sampai ada jeda terlalu lama, karena Timnas harus terus berprogres,” ujar Prasetyo dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Prasetyo menyebut pemecatan Kluivert merupakan langkah yang wajar dan perlu dalam kerangka evaluasi besar-besaran terhadap kinerja sepak bola nasional.

Ia menilai kegagalan Timnas menembus Piala Dunia 2026 harus dijadikan titik balik untuk memperbaiki sistem, bukan sekadar mengganti sosok.

“Kita tidak boleh larut dalam kekecewaan. Justru ini momentum bagi kita untuk berbenah dan memperkuat fondasi Timnas agar bisa bersaing di level dunia,” tegasnya. 

Ia juga menekankan, pemerintah mendukung langkah Ketua Umum PSSI Erick Thohir, yang dinilai mengambil keputusan berani dengan mencopot pelatih asal Belanda itu.

“Keputusan tersebut adalah bentuk tanggung jawab dan refleksi profesionalitas. Kami mendukung sepenuhnya evaluasi yang dilakukan PSSI,” kata Prasetyo.

Sebelumnya, Erick Thohir menjelaskan bahwa pemutusan kontrak Kluivert dilakukan secara kesepakatan bersama (mutual agreement).

“Dengan penuh rasa hormat, PSSI dan Coach Patrick serta tim kepelatihan sepakat untuk mengakhiri kerja sama ini. Kami berterima kasih atas perjuangan mereka bersama Timnas Indonesia,” ujar Erick dalam keterangan resminya.

Meski tak mampu membawa Indonesia ke putaran final, Erick menyebut capaian melaju hingga Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia tetap menjadi catatan bersejarah bagi sepak bola nasional.

“Ini adalah pencapaian besar yang belum pernah kita raih sebelumnya. Tapi perjuangan belum selesai. Kini waktunya kita fokus ke masa depan,” tambahnya.

Di tengah pencarian pelatih baru, sejumlah nama mulai mencuat. Beberapa sumber menyebut PSSI tengah mempertimbangkan pelatih dari Asia Timur dan Amerika Selatan yang memiliki rekam jejak membangun tim dengan filosofi permainan jangka panjang.

Sementara itu, Prasetyo menegaskan pemerintah siap memfasilitasi reformasi total sepak bola nasional, termasuk penguatan akademi pemain muda, infrastruktur latihan, dan profesionalisasi liga domestik.

“Kita ingin membangun sistem yang berkelanjutan. Jangan sampai Timnas hanya kuat di satu generasi, lalu melemah lagi di generasi berikutnya,” ucapnya. 

Ia menambahkan, perhatian Presiden Prabowo terhadap sektor olahraga, khususnya sepak bola, sangat besar. Pemerintah ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil PSSI berorientasi pada pembinaan jangka panjang, bukan hasil instan.

“Sepak bola bukan hanya olahraga, tapi juga harga diri bangsa. Karena itu, pemerintah siap mendukung penuh arah pembinaan yang lebih terstruktur,” tutup Prasetyo.

Kini, sorotan publik tertuju pada langkah Erick Thohir dan PSSI dalam menentukan siapa sosok pelatih baru yang akan memimpin Timnas Indonesia menuju babak baru — dengan harapan membawa Garuda terbang lebih tinggi di kancah dunia. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Mimbar Bertuah, Balai Kota
wwwwww