Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
Hukum
17 jam yang lalu
Sidang Lapangan PN Pekanbaru Kasus Fasos Karya Bakti, Kuasa Hukum Bantah Tuduhan JPU
2
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Parlemen
20 jam yang lalu
DPRD Pekanbaru Kaji R-APBD 2027, Fokus Atasi Banjir dan Bantuan Pendidikan S3
Home  /  Berita  /  Parlemen

Polemik Truk Aceh di Langkat, Bobby Klaim Aturan Demi Pendapatan Daerah

Polemik Truk Aceh di Langkat, Bobby Klaim Aturan Demi Pendapatan Daerah
Viralnya video Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menghentikan truk berpelat BL asal Aceh di wilayah Langkat, Sumatera Utara, memicu reaksi keras dari berbagai pihak. (Tangkapan Layar Video)
Rabu, 01 Oktober 2025 07:35 WIB

ACEH – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Afif Nasution, menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya menghentikan truk berpelat Aceh (BL) di Jalan Lintas Kabupaten Langkat. Sopir diminta mengganti pelat dengan kode Sumut (BK) karena kendaraan itu digunakan untuk perusahaan yang beroperasi di wilayah Sumatera Utara.

Aksi tersebut awalnya dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Pemprov Sumut, Muhammad Suib, yang menjelaskan kepada sopir bahwa kendaraan operasional perusahaan harus menggunakan pelat lokal agar pajak masuk ke Sumut. Tak lama kemudian, Bobby datang dan menegaskan pesan itu.

“Biar bosmu tahu, kalau beroperasi di Sumut wajib pelat BK supaya PAD-nya masuk ke Sumut,” ucap Bobby.

Langkah ini menuai kecaman dari sejumlah tokoh politik Aceh. Mereka menilai kebijakan itu bisa memicu ketegangan antarwilayah dan merugikan pemilik kendaraan yang telah membeli truk secara sah di Aceh.

Bobby tak tinggal diam. Melalui unggahan Instagram pribadinya, ia membandingkan kebijakan Sumut dengan provinsi lain seperti Jawa Barat, Riau, hingga Kalimantan Tengah. “Ini bukan hal baru. Semua provinsi punya hak menjaga potensi pajaknya. Tujuannya agar PAD meningkat demi pembangunan infrastruktur dan layanan publik,” tulisnya.

Dalam acara peluncuran program Universal Health Coverage (UHC) di Deli Serdang, Bobby juga memerintahkan kepala daerah di Sumut mendata seluruh perusahaan yang masih menggunakan pelat luar daerah. Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan penambahan pajak, melainkan optimalisasi penerimaan dari aturan yang sudah ada.

“Kita butuh dana besar untuk memperbaiki jalan. Pajak kendaraan perusahaan yang beroperasi di Sumut seharusnya kembali ke Sumut,” kata Bobby. 

Meski begitu, kritik dari Aceh tetap menguat. Sejumlah anggota DPRD Aceh menyebut cara Bobby menghentikan truk di jalan justru memperburuk citra hubungan Aceh–Sumut yang selama ini harmonis. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Parlemen
wwwwww