Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
20 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
20 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
20 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
7 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
6
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
1 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Home  /  Berita  /  Parlemen

Rencana TNI Pidanakan Ferry Irwandi Tuai Kritik, DPR Ingatkan Demokrasi Butuh Ruang Kritik

Rencana TNI Pidanakan Ferry Irwandi Tuai Kritik, DPR Ingatkan Demokrasi Butuh Ruang Kritik
CEO Malaka Project, Ferry Irwandi
Jum'at, 12 September 2025 19:04 WIB

JAKARTA – Rencana TNI melaporkan CEO Malaka Project sekaligus pemengaruh Ferry Irwandi ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik memantik perdebatan publik. Anggota Komisi I DPR RI, Junico Siahaan, menilai langkah tersebut tidak proporsional dan justru berpotensi menggerus ruang demokrasi.

Menurut Junico, aparat penegak hukum perlu menimbang urgensi dan dampak sebuah kasus sebelum mengambil langkah hukum, apalagi dengan UU ITE yang kerap diperdebatkan penggunaannya. "Banyak hal lebih penting bagi TNI ketimbang sibuk mengurusi urusan Ferry Irwandi. Masih ada kasus lain yang lebih berdampak luas bagi masyarakat," katanya, Jumat (12/9/2025).

Ia menyebut penyebaran hoaks, ujaran kebencian berbasis SARA, peretasan, hingga pelanggaran privasi di ruang digital sebagai isu yang jauh lebih mendesak. "Kebebasan berekspresi dijamin UUD 1945. Ruang digital adalah ruang publik, dan tidak bisa serta-merta disterilkan dari perbedaan pendapat," tegasnya. 

Junico menekankan, lembaga negara termasuk TNI harus memberi keteladanan dengan bijak menyikapi kritik. "Kami tidak membenarkan pelanggaran hukum, tetapi UU ITE harus dipakai secara proporsional," tambahnya.

Sebelumnya, Wakil Direktur Siber Polda Metro Jaya, AKBP Fian Yunus, mengungkap kedatangan Komandan Satuan Siber Mabes TNI, Brigjen JO Sembiring, ke Polda Metro Jaya bertujuan untuk mengonsultasikan rencana pelaporan Ferry Irwandi atas dugaan pencemaran nama baik institusi.

Polemik ini memperlihatkan tarik-menarik antara menjaga kehormatan institusi dan melindungi kebebasan warga negara. Publik kini menunggu apakah langkah hukum benar-benar ditempuh atau diselesaikan dengan pendekatan yang lebih demokratis. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Parlemen
wwwwww