Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
Gelanggang
21 jam yang lalu
PSPS Pekanbaru Pasang Kuda-Kuda Hadapi Adhyaksa FC Bekasi, Ahyar Ilyas Ingatkan Pemain Jaga Fokus
2
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
Parlemen
21 jam yang lalu
Kecelakaan Maut di Jalan Siak II Pekanbaru, DPRD Desak Pemasangan Lampu Penerangan
3
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
Parlemen
21 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Rampungkan Perbaikan Jalan 47 Kilometer, DPRD Beri Dukungan Penuh
4
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Polisi Sisir Enam Tempat Hiburan Malam di Pekanbaru, Satu Pengunjung Positif Narkoba Diamankan
5
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
Kabar Bertuah
8 jam yang lalu
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Sudirman Pekanbaru, Pengamat Desak Usut Tuntas Pelaku Pembakaran Akar
6
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Gelanggang
2 jam yang lalu
Drama Menit Akhir! Penalti Ditepis, PSPS Pekanbaru Gagal Curi Tiga Poin di Markas Adhyaksa FC
Home  /  Berita  /  Parlemen

Purbaya Yudhi Sadewa: Salah Kelola Fiskal-Moneter Bikin Rakyat Lapar

Purbaya Yudhi Sadewa: Salah Kelola Fiskal-Moneter Bikin Rakyat Lapar
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa
Jum'at, 12 September 2025 08:00 WIB

JAKARTA – Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, tampil blak-blakan dalam rapat perdananya bersama DPR RI, Rabu (10/9/2025). Ia menilai krisis berkepanjangan dan gelombang unjuk rasa sepekan terakhir bukan semata karena faktor global, melainkan akibat kesalahan langkah dalam kebijakan fiskal dan moneter di masa lalu.

Menurut Purbaya, perlambatan ekonomi sebenarnya sudah tampak sejak 2023 dan mencapai titik terendah di penghujung 2024. Kala itu, muncul istilah Indonesia Gelap yang bergema di masyarakat. "Waktu itu politisi sibuk menyalahkan kondisi global. Padahal, ada kebijakan dalam negeri yang keliru juga. Karena 90 persen ekonomi kita digerakkan oleh konsumsi domestik," ujarnya.

Ia mencontohkan bagaimana dana pemerintah justru mengendap hingga Rp500 triliun di Bank Indonesia, sementara masyarakat mengalami tekanan daya beli. "Ekonomi kita direm ketika belum pulih penuh. Baru tumbuh sebentar, langsung ditekan lagi. Itu yang membuat pemulihan tidak maksimal," jelasnya. 

Purbaya menambahkan, meski sempat terjadi lonjakan pertumbuhan uang hingga 7 persen pada April 2025, momentum itu terhenti dalam hitungan bulan. "Dari Mei sampai Agustus, pertumbuhan uang jatuh ke 0 persen. Inkonsistensi belanja negara jadi biang masalah," katanya. 

Ia menegaskan bahwa periode 2024 menjadi titik kritis karena kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang salah arah. "Perlambatan itu murni karena uang yang terlalu ketat. Saat ekonomi butuh dorongan, malah ditahan. Itu membuat masyarakat lapar, pengangguran melonjak, dan akhirnya memicu demonstrasi," ungkapnya.

Dalam rapat yang berlangsung panas itu, Purbaya menegaskan optimismenya membalikkan keadaan. Ia berjanji mempercepat belanja anggaran agar tidak lagi tersendat di perbankan. "Saya akan balikan kondisi yang memburuk ini. Tapi tentu perlu waktu, karena langkah salah itu sudah berjalan lama," tutupnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Pasar & Niaga, Parlemen
wwwwww