Konsumen Resah, SPBU Swasta Kehabisan BBM dan Pemerintah Masih Koordinasi
![]() |
| Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung akan berkoordinasi dengan Dirjen Jenderal Migas terkait stok BBM. |
JAKARTA – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU swasta seperti Shell dan BP-AKR belum juga menemukan titik terang. Sejak pekan lalu, sejumlah stasiun pengisian dilaporkan kosong, meski tetap beroperasi secara normal. Kondisi ini membuat konsumen kebingungan karena tidak mendapatkan kepastian kapan pasokan kembali lancar.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengaku persoalan ini akan segera dikoordinasikan dengan Dirjen Migas yang baru dilantik, Laode Sulaeman. "Yang ini nanti saya cek sama Dirjen Migas ya," kata Yuliot di Kantor Kemenko Pangan, Senin (1/9/2025).
Kursi Dirjen Migas sempat kosong sejak Februari 2025 hingga akhirnya diisi Laode pada Jumat (29/8/2025). Menteri ESDM Bahlil Lahadalia disebut telah menugaskan Laode untuk segera menata distribusi BBM, termasuk di SPBU swasta.
Shell Indonesia mengonfirmasi ada jenis BBM yang tidak tersedia, seperti Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+. “Untuk saat ini belum dapat dipastikan kapan pasokan kembali normal,” kata President Director Shell Indonesia, Ingrid Siburian.
Situasi serupa dialami BP-AKR. Presiden Direktur Vanda Laura menyebut beberapa jenis BBM mereka, termasuk BP 92 dan BP Ultimate, sedang terbatas. “Akibatnya, pelayanan kepada konsumen tidak maksimal,” jelasnya.
Meski perusahaan mengakui adanya kendala stok, publik berharap pemerintah bergerak lebih cepat memberikan kepastian. Tanpa itu, keresahan masyarakat yang bergantung pada BBM non-Subsidi di SPBU swasta dikhawatirkan semakin meluas. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | cnnindonesia.com |
| Kategori | : | Balai Kota, Parlemen |











