Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
Nasional
24 jam yang lalu
Bareskrim Polri Tetapkan Jenderal Listyo Sigit Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden, Terancam 10 Tahun
2
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
Gelanggang
11 jam yang lalu
Rakernas IMI 2026 di Pekanbaru, Agung Nugroho Incar Peluang Ekonomi Lewat Tuan Rumah Balapan
3
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
Balai Kota
10 jam yang lalu
Hindari Macet Total Awal 2027, Pemkot Pekanbaru Siapkan Jalan Alternatif Proyek Flyover Panam
4
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Catat Inflasi Terendah se-Riau, Harga Cabai Merah Jadi Sorotan Utama
5
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Gesa Pemasangan PJU Simpang MTQ, APILL Cerdas Mulai Berfungsi
6
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Balai Kota
13 jam yang lalu
Pemkot Pekanbaru Lanjutkan Program Seragam Sekolah Gratis 2027, Anggaran Capai Rp13 Miliar
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Duka SMPN 7 Sijunjung, Ratusan Pelajar Iringi Kepergian Ozil Sang Striker Muda

Duka SMPN 7 Sijunjung, Ratusan Pelajar Iringi Kepergian Ozil Sang Striker Muda
Jum'at, 29 Agustus 2025 08:03 WIB

SIJUNJUNG – Suasana haru menyelimuti Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung, Kamis (28/8/2025). Ratusan pelajar SMPN 7 Sijunjung bersama masyarakat mengiringi kepergian Ozil, siswa berprestasi yang meninggal tragis akibat tenggelam di Sungai Batang Sukam.

Isak tangis pecah di sepanjang jalan menuju pemakaman umum Muaro Gambok. Teman-teman sekelas Ozil tampak menggenggam erat bunga tabur, sementara para guru tak kuasa menahan air mata. Kepala sekolah SMPN 7 Sijunjung, Cerly Malinto, bahkan tak sanggup menyembunyikan kesedihan. “Selamat jalan, Ozil. Allah akan memberikan tempat terbaik bagimu. Engkau anak baik, teladan bagi adik-adikmu. Kami akan selalu mengenangmu,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ozil, yang baru saja genap berusia 14 tahun sehari sebelum musibah, dikenal sebagai pemain sepak bola berbakat. Ia memperkuat klub Persipas Pasar Gambok dan bahkan sempat membela PSP Padang di ajang Suratin Cup. Gol-gol indah dari kaki kirinya kini tinggal kenangan. “Gol terakhirnya dua minggu lalu masih segar dalam ingatan kami. Sayang, tak ada lagi Ozil di lapangan,” ucap salah satu rekannya di tim sekolah.

Musibah itu terjadi Rabu sore (27/8/2025). Usai merayakan ulang tahunnya bersama teman-teman, Ozil memilih ikut mandi di Batang Sukam—sungai yang dikenal berarus deras—karena tak ingin membebani teman-temannya membayar tiket kolam renang. Dari sinilah tragedi bermula.

Meski seorang temannya, Bima, sudah memperingatkan agar tidak berenang di Lubuk Tamaik yang dalam, Ozil tetap ikut turun. Saat berusaha menahan diri di tepian yang licin, ia terhempas arus. Upaya penyelamatan gagal hingga akhirnya warga menemukan tubuhnya di dasar sungai. Ozil sempat dilarikan ke Puskesmas, namun nyawanya tak terselamatkan.

Polisi menyatakan kejadian ini murni musibah. Kedua orang tua Ozil ikhlas menerima takdir tersebut dan menolak autopsi. “Kami sudah ikhlas. Ozil anak baik, dia pergi dengan cara yang kami semua tidak menduga,” kata sang ayah dengan mata berkaca-kaca.

Kini, kepergian Ozil meninggalkan luka mendalam. Bagi teman-temannya, ia bukan hanya sahabat, melainkan sosok pemimpin kecil di lapangan hijau. Bagi sekolah, ia adalah harapan yang tak sempat tumbuh dewasa. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:beritasumbar.com
Kategori:Warga Bertuah, Rumbai Barat
wwwwww