Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
15 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
13 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
3
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
12 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
15 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
19 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Hukum

Anggaran Pendidikan Disebut Bocor, Prabowo: Dari Pusat ke Daerah Angkanya Bisa Berkurang

Anggaran Pendidikan Disebut Bocor, Prabowo: Dari Pusat ke Daerah Angkanya Bisa Berkurang
Presiden RI Prabowo Subianto
Senin, 25 Agustus 2025 19:11 WIB

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terkait kebocoran anggaran pendidikan yang seharusnya dialokasikan untuk memperbaiki sekolah di seluruh Indonesia. Meski memiliki anggaran jumbo, ia menilai distribusi ke daerah sering kali tidak sesuai dengan angka yang ditetapkan pusat.

Hal itu ia sampaikan dalam acara Pembekalan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (22/8/2025).

“Semua sekolah dasar, menengah, vokasi, sampai perguruan tinggi harus kita perbaiki. Kita ini salah satu negara dengan anggaran pendidikan terbesar di dunia,” ucap Prabowo.

Namun ia mengingatkan hadirin yang memberikan tepuk tangan agar tidak cepat puas.

“Jangan terlalu cepat tepuk tangan. Anggaran kita besar, tapi kebocorannya juga besar. Anggarannya sekian, tapi sampai ke sekolah sekian. Hilangnya di mana? Hangusnya di mana? Ini yang harus kita perbaiki,” tegasnya. 

Prabowo menekankan bahwa masyarakat di daerah lebih memahami persoalan ini karena langsung merasakan dampaknya. Ia juga menyebut persoalan kebocoran anggaran bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di negara lain.

Sebagai perbandingan, ia menyinggung pengalaman India. “Dulu, dari 100 rupee yang dialokasikan, hanya 15 rupee sampai ke rakyat. Sekarang sudah membaik, 100 bisa sampai 60,” ujarnya.

Presiden menegaskan, tata kelola anggaran pendidikan harus dibenahi agar benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. “Kita ingin setiap rupiah yang dialokasikan untuk pendidikan bisa dirasakan langsung oleh sekolah dan anak-anak kita,” tandasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Hukum, Binawidya
wwwwww