Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
2
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
14 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
55 menit yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Kampus

Janji Aksi 50 Ribu Warga Menguap, Gerakan Lengserkan Sudewo Tiba-Tiba Senyap

Janji Aksi 50 Ribu Warga Menguap, Gerakan Lengserkan Sudewo Tiba-Tiba Senyap
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025).
Rabu, 20 Agustus 2025 14:24 WIB

JAKARTA – Tensi politik di Kabupaten Pati mendadak mereda. Aksi demonstrasi besar yang direncanakan berlangsung Senin (25/8/2025), mendadak dibatalkan tanpa penjelasan pasti. Padahal, rencana unjuk rasa itu sebelumnya digaungkan sebagai gelombang rakyat untuk menuntut pelengseran Bupati Pati, Sudewo.

Ahmad Husein, tokoh yang selama ini menjadi suara paling lantang dalam Koalisi Masyarakat Sipil Pati, memilih bungkam ketika ditanya alasan pembatalan.

“Enggak bisa jawab kalau (alasan pembatalan) ini. Intinya, semoga yang terjadi kemarin bisa jadi pembelajaran Pak Bupati,” ujar Husein, Rabu (20/8/2025).

Sikap ini mengejutkan banyak pihak. Dua hari sebelumnya, ia masih meyakinkan publik bahwa aksi jilid II akan jauh lebih besar dari unjuk rasa 13 Agustus lalu, bahkan memprediksi kehadiran 50 ribu peserta.

“Tuntutannya masih sama: lengserkan Sudewo,” katanya, Selasa (19/8/2025).

Namun kini, nada Husein berubah. Ia justru menyampaikan harapan agar Sudewo bisa menjadi sosok pemimpin yang mengayomi. Ucapan terima kasih pun dilontarkan karena kenaikan PBB-P2 sebesar 250 persen telah dibatalkan.

Perubahan mendadak ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Apakah ada tekanan? Apakah ada kesepakatan diam-diam? Atau, apakah semangat perlawanan memang telah luntur?

Demo jilid pertama berakhir ricuh. Mobil polisi dibakar, puluhan orang ditangkap. Namun aksi tersebut juga membuahkan hasil: keputusan pajak dibatalkan, dan DPRD menyetujui pembentukan pansus hak angket.

Kini, saat tensi sudah terlanjur tinggi, pembatalan aksi justru menyisakan kekosongan arah. Warga Pati yang sempat menyatu dalam gelombang protes kini menunggu, apakah ini akhir dari perlawanan... atau hanya jeda sebelum babak berikutnya?***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:republika.co.id
Kategori:Kampus, Balai Kota, Parlemen
wwwwww