Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Atasi Genangan Langganan, Pemkot Pekanbaru Kebut Proyek Drainase di 6 Ruas Jalan Prioritas
2
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Awas Sanksi Tegas, Dishub Pekanbaru Larang Parkir di Bahu Jalan Depan Living World
3
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Pusat Kota Pekanbaru Bakal Disulap Mirip Shibuya, Bundaran Jalan Sudirman Dilengkapi Videotron Raksasa
4
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
Nasional
2 jam yang lalu
Mabes Polri Larang Personel Isap Vape, Antisipasi Narkotika Cair Beredar di Pekanbaru
5
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Kabar Bertuah
3 jam yang lalu
Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di Empat Titik Pekanbaru, Cek Jadwal Lengkap dan Lokasinya
6
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Parlemen
50 menit yang lalu
Pemkot Pekanbaru Muluskan Jalan Puyuh Mas, Anggota DPRD Hamdani MS Ingatkan PR Perbaikan Drainase
Home  /  Berita  /  Kampus

DPR Soroti Rencana Kenaikan Gaji PNS, Dianggap Tak Peka terhadap Kondisi Rakyat

DPR Soroti Rencana Kenaikan Gaji PNS, Dianggap Tak Peka terhadap Kondisi Rakyat
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia Tandjung di Gedung DPR RI, Jakarta, 19 Agustus 2025. (Tempo/ervana)
Rabu, 20 Agustus 2025 14:39 WIB

JAKARTA – Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya, wacana kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) justru menuai sorotan tajam. Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, mengingatkan pemerintah agar tidak salah membaca situasi sosial.

“Jangan sampai di saat masyarakat masih menghadapi kesulitan ekonomi, justru ada kelompok yang mendapat kenaikan gaji. Itu bisa memunculkan kecemburuan,” ujar Doli, Selasa (19/8/2025), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Politikus Partai Golkar itu meminta pemerintah berhati-hati dalam menetapkan kebijakan yang menyangkut belanja pegawai. Menurutnya, rasa keadilan sosial bisa terusik jika kenaikan gaji tidak disertai alasan yang mendesak dan rasional.

Ia menyebut ada tiga hal yang mesti dijadikan landasan. Pertama, pemerintah harus memastikan kekuatan fiskal mencukupi. Kedua, melihat kebutuhan riil PNS. Dan ketiga, menilai apakah kinerja mereka sudah selaras dengan kenaikan yang diusulkan.

“Kalau belum mendesak dan belum ada tolok ukur kinerja yang jelas, sebaiknya ditunda,” katanya. 

Doli juga menyinggung isu kebijakan kerja dari mana saja (work from anywhere) yang menurutnya masih menyisakan pertanyaan terkait akuntabilitas.

“Paradoks sekali kalau kerjanya masih belum pasti diukur, tapi sudah minta naik gaji di tengah rakyat lagi susah,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa kebijakan belanja negara pada 2026 akan diarahkan untuk mendanai delapan program prioritas nasional. Ia belum bisa memastikan adanya kenaikan gaji PNS karena harus melihat kondisi ruang fiskal.

“Untuk gaji, kami akan melihat fiskal space tahun 2026,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers nota keuangan RAPBN 2026, Senin (18/8/2025).***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tempo.co
Kategori:Kampus, Balai Kota
wwwwww