Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
24 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
23 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
24 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
6
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
3 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Ratusan Siswa di Sragen Keracunan Usai Santap MBG, Sekolah Libur Mendadak

Ratusan Siswa di Sragen Keracunan Usai Santap MBG, Sekolah Libur Mendadak
Rabu, 13 Agustus 2025 06:13 WIB

SRAGEN – Suasana sejumlah sekolah di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, mendadak mencekam. Ratusan siswa, guru, dan karyawan merasakan mual, pusing, hingga diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (11/8/2025).

Data pemerintah daerah mencatat ada 251 orang terdampak. Gejala mulai muncul sejak malam hingga dini hari, membuat kegiatan belajar di beberapa sekolah terpaksa dihentikan.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, langsung meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Gemolong dan SMP Negeri 1 Gemolong pada Selasa (12/8/2025). Ia memastikan penanganan korban dilakukan cepat dengan menyiagakan puskesmas selama 24 jam. 

"Kami mendapat laporan bahwa ada gejala keracunan dari sejumlah siswa di SD dan SMP di Gemolong. Data hari ini yang melaporkan diduga keracunan ada 251 orang," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, distribusi MBG dari penyedia wilayah Gemolong dihentikan sementara selama dua hari. Sampel makanan dikirim ke laboratorium di Semarang untuk memastikan penyebab keracunan.

Meski jumlah korban cukup besar, Sigit belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB). Namun, ia menegaskan seluruh hasil investigasi akan dilaporkan ke pusat pengelola program MBG. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Warga Bertuah, Balai Kota
wwwwww