Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
20 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
7 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
3
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
4 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
6 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Kampus

Tujuh Siswa Sekolah Rakyat di Bogor Sakit, Gus Ipul: Mereka Masih Beradaptasi

Tujuh Siswa Sekolah Rakyat di Bogor Sakit, Gus Ipul: Mereka Masih Beradaptasi
Selasa, 05 Agustus 2025 06:37 WIB

JAKARTA – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Sentra Terpadu Inten Soeweno, Cibinong, diwarnai kabar tujuh siswa mengalami gangguan kesehatan. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, menyebut kondisi tersebut sebagai bagian dari proses adaptasi lingkungan.

Dalam acara makan malam bersama 93 siswa lainnya, Gus Ipul mengonfirmasi tujuh siswa absen karena sakit perut dan cacar air.

“Yang tujuh tidak hadir karena sakit. Kami paham, ini masa adaptasi yang berat bagi mereka,” ujar Gus Ipul, Senin (4/8/2025).

Ia menilai perubahan pola makan dan suasana asrama yang baru kemungkinan menjadi penyebab utama. Para siswa yang terbiasa dengan kondisi sederhana di rumah kini mulai menyesuaikan diri dengan layanan yang lebih teratur dan bergizi.

“Mungkin belum terbiasa makan enak. Tiga kali sehari dengan buah, susu, dan snack, itu sangat baru bagi mereka,” jelasnya.

Mensos memastikan semua siswa yang sakit mendapat penanganan medis dan jika perlu akan dirujuk ke rumah sakit.

“Kami akan kawal hingga mereka pulih,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat adalah inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk keadilan sosial melalui pendidikan berkualitas.

“Ini bukan program biasa. Ini amanat Presiden untuk kaum kecil agar punya masa depan,” katanya.

Mayoritas siswa berasal dari keluarga miskin dan ekstrem miskin. Melalui Sekolah Rakyat, mereka diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan.

“Sekolah ini bukan hanya soal akademik, tapi juga membentuk jati diri, kepedulian, dan cinta terhadap negeri,” ujar Gus Ipul.

Ia menutup dengan harapan bahwa Sekolah Rakyat mampu mencetak generasi tangguh untuk Indonesia Emas 2045. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Kampus
wwwwww