Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
2
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
6 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
3 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
6
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Opini

Lapor Kehilangan, Guru SD Dibentak Polisi: Siapako? Tidak Penting Dilayani

Lapor Kehilangan, Guru SD Dibentak Polisi: Siapako? Tidak Penting Dilayani
Selasa, 05 Agustus 2025 06:49 WIB

JAKARTA – Maksud hati mencari keadilan, Evawaty Bahtiar justru mendapat perlakuan tak menyenangkan saat melaporkan kasus pencurian yang menimpanya ke Polsek Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan. Guru SDN Borong itu dibentak dan direndahkan oleh oknum polisi saat ingin mengurus surat kehilangan.

Peristiwa tersebut terjadi saat Evawaty datang untuk kedua kalinya ke kantor polisi, Minggu (3/8/2025). Hari sebelumnya, ia sudah sempat melapor dan diminta membawa bukti tambahan berupa kotak ponsel dan laptop.

Namun saat kembali, ia justru mendapat sambutan dingin dan nada tinggi dari petugas piket Briptu Afrizal.

“Saya beri salam, dia jawab ‘apa’. Lalu saya sebutkan maksudnya untuk mengurus surat kehilangan, tapi dia membentak,” ujar Evawaty.

Tidak hanya dibentak, oknum polisi itu juga mempertanyakan siapa dirinya dan menganggap laporan tidak penting diproses.

“Dia bilang, ‘Siapako? Tidak penting dilayani, tidak pentingjako’,” sambungnya.

Rekaman CCTV yang memperlihatkan pencurian di sekolah sudah disiapkan korban sebagai bukti, namun tetap tidak membuat proses laporan berjalan mulus.

Kejadian ini menuai kemarahan warganet. Banyak yang menyarankan agar korban melapor ke instansi lain saja.

“Lapor damkar lebih manusiawi, damkar tidak pilih-pilih orang,” tulis akun @daeng_ibas.

“Oknum seperti ini jangan hanya dimutasi, tapi diberi sanksi tegas,” ujar akun @fachrul_daeng_mattiro.

Menurut informasi terbaru, Briptu Afrizal telah meminta maaf dan kasus ini sedang ditangani internal kepolisian. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:gelora.co
Kategori:Opini
wwwwww