Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
2
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
6 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
3 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
4 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
6
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
5 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Home  /  Berita  /  Parlemen

Penyelundupan Ancam Ketahanan Nasional, Pemerintah Galang Aksi Serentak Lintas Sektor

Penyelundupan Ancam Ketahanan Nasional, Pemerintah Galang Aksi Serentak Lintas Sektor
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Jenderal (Purn) Budi Gunawan.
Sabtu, 02 Agustus 2025 08:55 WIB

JAKARTA – Pemerintah tak lagi melihat penyelundupan sebagai sekadar pelanggaran hukum biasa. Dengan kompleksitas dan jangkauan yang kian luas, praktik penyelundupan kini dianggap sebagai ancaman terhadap ketahanan nasional yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan keamanan.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal (Purn) Budi Gunawan menegaskan pentingnya respons lintas sektor dalam menghadapi kejahatan penyelundupan yang semakin sistematis dan terorganisir.

"Ini bukan hanya tugas aparat penegak hukum. Semua kementerian dan lembaga harus satu barisan dalam mencegah dan menindak penyelundupan. Ini bagian dari mempertahankan masa depan bangsa," kata BG, Jumat (1/8/2025).

Langkah konkret dilakukan dengan memperkuat Desk Pencegahan dan Pemberantasan Penyelundupan serta meluncurkan Satuan Tugas Khusus Pemberantasan Penyelundupan yang melibatkan berbagai instansi strategis. Salah satu hasilnya adalah keberhasilan Operasi Jaring Sriwijaya dan Wallacea.

Operasi tersebut berhasil membongkar 16 kasus penyelundupan, termasuk yang paling mencolok—penggagalan penyelundupan sabu seberat dua ton dari kapal MV Sea Dragon Tarawa. Nilai potensi kerugian negara mencapai Rp15 triliun, dan dampaknya bisa menyasar hingga 51 juta jiwa masyarakat. 

Selain narkoba, komoditas ilegal lain seperti pasir timah, rokok, bahan pokok, dan produk tekstil juga diamankan dalam operasi tersebut. Pemerintah menilai bahwa sindikat penyelundupan kini menyasar kebutuhan strategis dan vital.

"Ini bukan soal barang ilegal, tapi bagaimana penyelundupan merusak tatanan pasar, membunuh industri lokal, dan menggerogoti perekonomian rakyat," jelas BG.

Kawasan perairan Indonesia yang sangat luas menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, BG menekankan perlunya pengawasan menyeluruh di jalur laut yang selama ini menjadi titik masuk utama bagi barang-barang ilegal lintas negara.

"Jika kita tidak bertindak bersama, maka penyelundupan akan terus merongrong dari dalam," tegasnya. ***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Parlemen
wwwwww