Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
24 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
2
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
9 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
3
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
11 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
4
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
8 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
5
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
10 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
8 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

BMKG: Peringatan Tsunami Dicabut, Gelombang Laut Stabil

BMKG: Peringatan Tsunami Dicabut, Gelombang Laut Stabil
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono. (Foto: Antara/Erlangga Bregas Prakoso)
Kamis, 31 Juli 2025 07:35 WIB

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 8,7 di Kamchatka, Rusia, telah resmi dicabut. Gelombang laut di wilayah timur Indonesia menunjukkan penurunan signifikan.

"Berdasarkan hasil analisis marigram, seluruh gelombang laut telah melemah dan terdisipasi. Peringatan berakhir pukul 23.00 WIB," ungkap Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, Rabu (30/7/2025).

Peringatan tsunami sebelumnya dikeluarkan pukul 06.24 WIB usai kenaikan muka air laut 5 hingga 20 cm terdeteksi di beberapa titik. Status waspada diberlakukan untuk wilayah seperti Manokwari, Sorong Utara, Jayapura, dan Biak Numfor.

Meski status bahaya telah berakhir, Markas Besar TNI memastikan pasukan tetap siaga. Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, menyatakan langkah tanggap darurat tetap dijalankan untuk memastikan keamanan warga pesisir.

"TNI bersiaga penuh, baik dari matra darat, laut, maupun udara. Kami siap membantu evakuasi dan logistik jika situasi memburuk," katanya.

Pasukan dari komando daerah, kapal perang dari Pangkalan TNI AL, serta unsur TNI AU telah ditempatkan untuk memantau situasi dan mendukung evakuasi.

Kristomei menegaskan bahwa seluruh jajaran TNI akan tetap bersiaga sampai ada kepastian bahwa wilayah terdampak benar-benar aman.

"Kami terus berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, dan pemda untuk langkah-langkah cepat dalam menghadapi situasi bencana," tegasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Kampus, Warga Bertuah
wwwwww