Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
16 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
20 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
16 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Warga Bertuah

Gempa Rusia Beri Dampak Psikologis, Orang Tua Panik, Siswa Dipulangkan

Gempa Rusia Beri Dampak Psikologis, Orang Tua Panik, Siswa Dipulangkan
Suasana pesisir Gorontalo Utara di pantai Ponelo Kepulauan usai diumumkan waspada tsunami dari BMKG, Rabu (30/5/2025). (foto; antar)
Rabu, 30 Juli 2025 19:19 WIB

JAKARTA – Ancaman gelombang tsunami akibat gempa besar di Rusia mendorong sekolah-sekolah di Gorontalo Utara mengambil kebijakan cepat dengan memulangkan siswa lebih awal, Rabu (30/7/2025), demi keselamatan dan ketenangan psikologis siswa dan orang tua.

Langkah itu diambil sebagai respon terhadap imbauan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) setelah gempa magnitudo 8,7 mengguncang kawasan timur Kamchatka, Rusia, yang berpotensi berdampak ke wilayah pesisir Gorontalo.

Kepala SMA Negeri 1 Gorontalo Utara, Maharita Usman, menjelaskan, sekolah memulangkan siswa segera setelah pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG), dengan dasar pertimbangan keamanan dan menghindari kecemasan publik.

"Kami sadar wilayah ini berada di garis pantai utara, dan meski risiko kecil, kami memilih langkah yang memberi rasa tenang," ucap Maharita.

Menurutnya, pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan sebelum mengambil keputusan. Banyak orang tua yang sempat panik dan menghubungi sekolah, khawatir dengan informasi yang beredar.

"Kami ingin menghindari kekacauan yang bisa timbul jika orang tua datang berbondong-bondong ke sekolah. Ini antisipasi terbaik yang bisa kami ambil," jelasnya.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Gorontalo, Andri Wijaya Bidang, mengonfirmasi bahwa potensi tsunami memang ada, tetapi tergolong ringan dan terbatas.

"Pemodelan menunjukkan tinggi gelombang di bawah 0,5 meter, dan wilayah terdampak hanya Kota Gorontalo. Namun untuk yang tinggal di tepi laut, sebaiknya menghindar sementara," kata Andri.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak termakan kabar hoaks. Antisipasi tetap diperlukan, tapi kepanikan berlebihan harus dihindari.

"Informasi resmi hanya dari BMKG dan otoritas terkait. Jangan mudah percaya berita tidak jelas yang menyebar di media sosial," tutup Andri.***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Kabar Bertuah, Warga Bertuah
wwwwww