Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Selamatkan Pohon Peneduh Jalan, Bapenda Pekanbaru Copot Paksa Ratusan Spanduk Ilegal
2
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
Kabar Bertuah
13 jam yang lalu
Diduga Gagal Menyalip di Jalan Siak II Pekanbaru, Truk Hantam Sepeda Motor hingga Pengendara Tewas
3
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
Balai Kota
16 jam yang lalu
Ringankan Beban Orang Tua, Pemkot Pekanbaru Salurkan 19.900 Seragam Sekolah Gratis
4
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
Kabar Bertuah
18 jam yang lalu
Estetika Kota Bertuah Makin Tertata, Tiga Kilometer Kabel Udara Jalan Paus Dipindah ke Bawah Tanah
5
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
Balai Kota
20 jam yang lalu
Wako Pekanbaru Ultimatum Jajaran OPD, Pelayanan Publik dan Keluhan Warga Wajib Direspons Cepat
6
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Balai Kota
16 jam yang lalu
Cair Sebelum Tanggal 10, Wako Agung Percepat Pembayaran Gaji dan TPP ASN Pemkot Pekanbaru
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Karhutla Mereda, Operasi Modifikasi Cuaca di Sumbar Diperpanjang Dua Hari

Karhutla Mereda, Operasi Modifikasi Cuaca di Sumbar Diperpanjang Dua Hari
Foto: Kalaksa BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy. (istimewa)
Selasa, 29 Juli 2025 20:28 WIB

PADANG – Keberhasilan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumatera Barat (Sumbar) mendorong perpanjangan pelaksanaannya selama dua hari ke depan, hingga Rabu (31/7/2025).

Keputusan ini diambil setelah rapat evaluasi antara BNPB, BMKG Pusat, BMKG Stasiun BIM, BPBD Sumbar, PT Songo Aviasi Indonesia, dan tim teknis lainnya pada Selasa (29/7/2025). Pelaksanaan OMC sebelumnya berlangsung selama lima hari dan dinilai menunjukkan hasil signifikan.

"Hasil evaluasi menunjukkan penurunan drastis kejadian Karhutla, terutama di Limapuluh Kota dan Solok. Karena itu, OMC dilanjutkan dua hari lagi untuk mengantisipasi munculnya titik api baru," ujar Kalaksa BPBD Sumbar, Rudy Rinaldy.

Menurut Rudy, meski telah menekan Karhutla secara signifikan, wilayah Sumbar masih berada dalam musim kering ekstrem hingga pertengahan September. Kondisi ini menjadi alasan kuat untuk memperluas jangkauan OMC ke daerah perbatasan Pasaman, Sijunjung, Pesisir Selatan, dan sekitarnya.

"Sebelumnya kita fokus di dua kabupaten, sekarang akan diperluas. Kami mendeteksi potensi Karhutla di wilayah lain yang perlu segera dicegah," katanya.

Rudy juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan menghindari praktik pembakaran hutan dan lahan. Ia meminta peran aktif tokoh adat dan pemerintah nagari untuk membantu pengawasan di lapangan.

"OMC memang membantu, tapi pencegahan terbaik tetap kesadaran bersama. Mari jaga hutan kita demi kesehatan dan keselamatan semua," tutupnya.***

Editor:Muhammad Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Kampus, Warga Bertuah, Lingkungan
wwwwww