Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
Balai Kota
20 jam yang lalu
Kejar Target 60 Kilometer, Pemkot Pekanbaru Kebut Perbaikan Jalan Rusak di 15 Kecamatan
2
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
Balai Kota
19 jam yang lalu
Proyek Pelebaran Simpang SKA Pekanbaru Dikebut, Wali Kota Agung Nugroho Minta Warga Bersabar
3
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
Kabar Bertuah
17 jam yang lalu
Tim Gabungan Gerebek Sarang Narkoba Pangeran Hidayat dan Kampung Dalam, Lima Terduga Pengedar Diringkus
4
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
Balai Kota
20 jam yang lalu
Ubah Lapangan Jalan Belimbing, Pemkot Pekanbaru Bangun Sport Center Mini Rampung Akhir 2026
5
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Kabar Bertuah
12 jam yang lalu
Warga Keluhkan Macet Tuanku Tambusai Pekanbaru, Dinas PUPR Riau Kebut Proyek Pelebaran Jalan
Home  /  Berita  /  Opini

Video Viral Ungkap Aksi Brutal, Siswa Baru Jadi Korban Kekerasan di Sekolah Blitar

Video Viral Ungkap Aksi Brutal, Siswa Baru Jadi Korban Kekerasan di Sekolah Blitar
Selasa, 22 Juli 2025 09:12 WIB

SURABAYA – Kekerasan terhadap siswa baru kembali mencoreng dunia pendidikan. Seorang pelajar kelas 7 SMP Negeri 3 Doko, Kabupaten Blitar, menjadi korban pengeroyokan oleh sesama siswa saat mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Video peristiwa ini viral di media sosial dan menuai kecaman publik.

Dalam video berdurasi singkat yang beredar, korban tampak bersandar pasrah di dinding sekolah, dihujani pukulan dan tendangan oleh sejumlah siswa lain. Tidak ada perlawanan, sementara rekaman menunjukkan adanya siswa yang memimpin jalannya kekerasan. Sorakan, makian, dan provokasi terdengar jelas dari para pelaku.

Peristiwa itu terjadi Jumat (18/7/2025) saat kegiatan kerja bakti sekolah berlangsung. Ironisnya, tidak ada guru atau petugas sekolah yang tampak menghentikan aksi tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Adi Andaka, membenarkan kejadian itu dan mengatakan timnya telah turun langsung ke lokasi untuk menyelidiki. "Tim sudah di lapangan untuk klarifikasi dan mediasi," katanya, Senin (21/7/2025).

Pada Sabtu (19/7/2025), pihak dinas mempertemukan keluarga korban dan pelaku dalam forum mediasi yang juga dihadiri Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat desa. Keluarga korban meminta agar pelaku dibina langsung oleh aparat.

"Permintaan itu disepakati oleh semua pihak. Kasus ini diselesaikan dengan pendekatan kekeluargaan," ungkap Adi.

Meski korban tidak mengalami luka serius, peristiwa ini membuka kembali perbincangan tentang lemahnya pengawasan dan pencegahan perundungan di sekolah, terutama selama masa orientasi siswa baru. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:gelora.co
Kategori:Opini
wwwwww