Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
Nasional
16 jam yang lalu
Cetak Sejarah di PN Jaktim, Jokowi Bersaksi Langsung Bawa Dokumen Asli Kelulusan UGM
2
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
Nasional
13 jam yang lalu
Aspirasi Desak Pemerintah Rilis Naskah UU Ketenagakerjaan Baru, Cegah Potensi Konflik Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
Nasional
14 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Agustus 2026 Capai 4,75 Persen, Sektor Pertanian Terbanyak Serap Pekerja
4
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
Sepakbola
16 jam yang lalu
Drama Tiga Poin Real Madrid Kalahkan AEK Athens, Mourinho Singkirkan Peran Vinicius
5
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
Kabar Bertuah
11 jam yang lalu
Rilis Tangkapan Jaringan Narkotika, Polresta Pekanbaru Sita Puluhan Gram Sabu dan Ekstasi
6
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Sepakbola
20 jam yang lalu
Askar Bertuah Telan Pil Pahit 1-3, Akhyar Ilyas Soroti Jadwal Padat dan Mental Skuad Pelapis
Home  /  Berita  /  Gelanggang

Spanyol Berduka Usai Tersingkir Menyakitkan

Spanyol Berduka Usai Tersingkir Menyakitkan
Timnas U 17 Spanyol tersingkir. (Doc. LOC WCU17/BRY)
Sabtu, 25 November 2023 00:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Timnas U 17 Spanyol harus berlapang dada menerima hasil akhir babak perempat final Piala Dunia U-17 2023 melawan Timnas U 17 Jerman. Lewat pertarungan ketat di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta, Jumat (24/11/2023), Jerman akhirnya unggul 1-0 dan lolos ke semifinal.

Pemain Timnas U 17 Spanyol berduka. Hampir semua pemain menangis di bench. Kegagalan yang menyedihkan mengingat Spanyol merupakan tim unggulan, seperti halnya Jerman U-17.

Apalagi, mereka menunjukkan performa ciamik sejak penyisihan grup. Saat menghadapi Jerman di perempat final, Spanyol pun sebenarnya menguasai permainan. Berbeda dengan Jerman yang lebih banyak bermain bertahan.

Mereka pun sudah menyiapkan skenario terburuk adu penalti bila dalam waktu normal kedudukan masih imbang. Sayangnya, semua daya upaya tersebut buyar.

Hanya karena satu kesalahan pemain belakang Spanyol yang menjatuhkan lawan di kotak terlarang membuat Jerman mendapat hadiah penalti. Eksekusi dituntaskan dengan baik oleh Paris Brunner di menit 64.

Spanyol tidak menyerah hingga menit akhir. Tapi sayangnya, banyaknya peluang Spanyol gagal berbuah gol. Mereka pun harus menerima hasil ini.

Pelatih, Jose Maria Lana mengatakan bahwa timnya telah mengupayakan segala yang terbaik. Bahkan dia sudah mempersiapkan berbagai skenario.

"Kami sudah melakukan banyak hal baik, dan hanya sedikit yang kami lakukan dengan buruk. Sepanjang pertandingan kami memiliki banyak peluang untuk mencetak gol. Namun, pada akhirnya kami tidak berhasil memasukan satu pun gol," kata Lana.

"Ya, ini membuat para pemain sedih. Tetapi ini hasil dari usaha terbaik kami," tuturnya.

Setelah selesai dengan Piala Dunia U-17, Lana mengatakan dirinya akan tetap melakoni program timnas. "Kami ingin terus bekerja dan melakukan yang terbaik. Agar nantinya, tim kami bisa menjadi lebih baik lagi," ucap Lana.

Sebelum meninggalkan Piala Dunia U-17 dan Indonesia, pelatih berusia 48 tahun itu mengutarakan kesan-kesannya tentang penyelenggaraan di Indonesia. Menurutnya, bertanding di Indonesia, di mana pun itu, selalu membuatnya merasa seperti di rumah sendiri. Hal itu bukan tanpa alasan. Di setiap daerah mereka bermain selalu ada orang-orang yang men-support timnya.

"Kami senang ada di Indonesia karena orang-orangnya baik dan semua instalasi yang ada di sini kualitasnya baik. Kami selalu mendapatkan dukungan penuh dari para penggemar Spanyol di Indonesia, sehingga kami merasa seperti ada di rumah sendiri," tukas Lana. ***

wwwwww