Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
Nasional
13 jam yang lalu
Putusan MA Anulir Suket Gibran Rakabuming, Publik Soroti Ancaman Pemakzulan Wapres
2
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
Kabar Bertuah
15 jam yang lalu
Sasar Sarang Narkoba, Tim Gabungan Polresta Pekanbaru Jaring Empat Pengunjung Kelab Malam
3
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
Kabar Bertuah
19 jam yang lalu
Tumpukan Sampah Jadi Biang Kerok Meluapnya Drainase di Ruas Jalan Pekanbaru
4
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Sepakbola
5 jam yang lalu
Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1

Drama Epic Comeback, Tandukan Pramudya dan Penalti Gamaroni Bawa PSPS Pekanbaru Tekuk PSGC 2-1
Minggu, 08 November 2026 21:04 WIB
Penulis: Afrila Yobi
PEKANBARU – Gemuruh sekitar 8.000 pendukung yang memadati Stadion Kaharuddin Nasution menjadi saksi kebangkitan PSPS Pekanbaru. Skuad berjuluk Askar Bertuah sukses membungkam PSGC Ciamis dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan kesembilan Liga 2 Indonesia, Minggu (8/11/2026) malam.

Pertandingan bermula dengan kejutan yang mengheningkan publik tuan rumah. Lini pertahanan PSPS harus membayar mahal kelengahan saat laga baru berjalan. Bola sapuan yang kurang sempurna dari M Reza Kusuma di area pertahanan berhasil dicuri pemain PSGC, Johan Bonilla. Usai melakukan pergerakan melewati barisan pertahanan, Bonilla melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti yang gagal dihalau penjaga gawang Juan Meka, membawa tim tamu unggul cepat 1-0.

Tertinggal satu angka justru memacu ritme serangan tuan rumah. Ancaman nyata tercipta memasuki menit ke-15 melalui sepakan keras Asir Aziz yang memanfaatkan ruang terbuka di dalam kotak penalti. Namun, bola masih mengarah tepat ke pelukan kiper PSGC, Yofandani Pranata.

Kebuntuan PSPS akhirnya pecah menit ke-23. Memanfaatkan eksekusi tendangan penjuru Matheus Machado, Pramudya sukses memenangi duel udara dan melepaskan tandukan terukur yang merobek jala gawang lawan. Papan skor kembali imbang 1-1.

Angin segar terus berembus untuk tim asuhan Akhyar Ilyas menit ke-34. Melalui peninjauan asisten wasit video (VAR), wasit menunjuk titik putih menyusul pelanggaran handball oleh Ezechiel N'Douassel saat berupaya menghalau skema sepak pojok. Antonio Gamaroni yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya. Sepakan tajam striker asal Brasil ini ke sudut kanan gawang tak mampu dibendung Yofandani, membawa tuan rumah berbalik memimpin 2-1.

Torehan ini menjadi gol kesembilan Gamaroni sepanjang musim, sekaligus mengakhiri memori buruknya dari titik penalti. Sebelumnya, ia sempat gagal mengeksekusi tendangan 12 pas saat PSPS ditahan imbang Adhyaksa FC Bekasi akhir Oktober lalu. Peran algojo tersebut bahkan sempat dialihkan kepada Matheus Machado pada laga melawan Bhayangkara FC.

Menjelang turun minum, laga berlangsung semakin terbuka. Umpan Machado nyaris berbuah gol tambahan andai sundulan Gamaroni tidak diamankan kiper. Sebaliknya, Juan Meka tampil sigap menggagalkan tembakan keras pemain PSGC dari luar kotak penalti. Lima menit tambahan waktu di babak pertama ditutup dengan keunggulan tuan rumah.

Memasuki babak kedua, PSPS terus mempertahankan tekanan agresif (gegenpressing) serta skema operan satu-dua yang cair antara Machado dan Ilham Syafri. Pola aliran bola yang dinamis ini terbukti menyulitkan pergerakan pemain PSGC. Laga berjalan kian ketat hingga memaksa Ezechiel N'Douassel diganjar kartu kuning menit ke-48 akibat melanggar Machado.

Kendati mendominasi penguasaan bola, dominasi serangan sayap dari Asir Aziz maupun Vieri Donny masih kerap buntu di penyelesaian akhir. Guna menambah daya gedor, pelatih Akhyar Ilyas menyuntikkan tenaga baru menit ke-80 dengan menarik kedua pemain sayap tersebut dan memasukkan Hamzah Deva serta Natanael Siringoringo.

Keputusan rotasi ini nyaris membuahkan hasil tiga menit berselang. Tembakan keras Machado dari luar kotak penalti berhasil ditepis Yofandani, namun bola muntah gagal dimaksimalkan Hamzah Deva karena arah tembakannya melebar. Semenit kemudian, aksi individu Dimas Wicaksono yang diakhiri dengan tembakan terarah juga berhasil dimentahkan lewat penyelamatan krusial kiper PSGC.

Keunggulan tipis 2-1 bertahan hingga tiga menit tambahan waktu usai. Tambahan tiga poin di kandang sendiri memastikan PSPS Pekanbaru terbang ke puncak klasemen sementara dengan torehan 22 poin. Posisi mereka dibayangi ketat oleh PSMS Medan di urutan kedua dengan 20 poin, disusul PSIS Semarang yang baru mengumpulkan 14 poin. ***

Kategori:Sepakbola, Rumbai
wwwwww